12 Hotel Besar Ini Digugat karena Bisnis Prostitusi

IHGMA.com – Sekelompok wanita yang terdiri dari 13 orang menggugat 12 hotel besar di Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/12/2019).

Gugatan itu diajukan karena hotel-hotel itu dituduh memperoleh keuntungan secara finansial dengan menjadi tempat prostitusi bagi ke-13 wanita yang mengaku merupakan korban perdagangan manusia itu.

Gugatan itu diajukan oleh firma hukum New York Weitz & Luxenberg di pengadilan federal AS di Columbus, Ohio.

“Hotel-hotel itu memperoleh untung dan mendapat manfaat finansial dengan menyediakan pasar untuk perdagangan seks,” kata dokumen yang memuat kasus itu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

“Penyimpangan korporasi semacam itu telah menyebabkan berkembangnya perdagangan seks yang terjadi di … hotel-hotel yang telah mencapai tingkat epidemi nasional.”

Lebih lanjut, ke-13 korban tersebut mengaku sebagian besar dari mereka masih di bawah umur ketika kejadian itu berlangsung beberapa tahun lalu tersebut.

Salah satu korban yang ikut menggugat mengatakan dia ditahan di usia 26 di berbagai lokasi di Wyndham Hotels selama enam minggu pada 2012.

Selama penahanannya, dia mengatakan hidungnya patah dua kali, bibirnya terluka secara permanen dan wajahnya terinfeksi akibat aksi pemukulan berulang-ulang.

“Saya hanya berharap orang-orang menyadari betapa sering sebenarnya kasus ini terjadi di sini di AS,” katanya kepada Thomson Reuters Foundation.

“Tidak peduli apakah itu hotel yang teduh atau hotel yang bagus, itu terjadi di semua hotel.”

Sebagaimana ditulis Reuters, beberapa hotel yang digugat itu termasuk Hilton Worldwide Holdings Inc., Red Roof Inn, Intercontinental Hotels & Resorts, Best Western Hotels & Resorts dan Wyndham Hotels and Resorts Inc.

Meski demikian belum ada konfirmasi dan jawaban lebih lanjut dari hotel-hotel tersebut terkait kasus ini. (cnbc)

Leave a Reply