244 Desa Wisata Mandiri Tersertifikasi Pada 2024

Desa Wisata Pujon Kidul Malang / Foto : desabisa.com

ihgma.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Kemenparekraf) menargetkan 244 desa wisata mandiri akan tersertifikasi hingga 2024. Sebanyak 150 desa wisata diantaranya berada berada di lima Destinasi Super Prioritas.

“ Sesuai arahan Presiden, desa wisata ini jadi platform yang akan kita gaspol di tahun 2021 ini. Kolaborasi bersama Kemendes PDTT tentu menjadi sangat penting, dan diharapkan adanya kesepakatan terkait daftar 244 desa wisata untuk program pendampingan desa wisata, “ kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Saladdin Uno saat adudiensi dengan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi di Jakarta awal pekan ini.

Melansir Kabartravel Jumat (22/1), menurut Sandiaga, pengembangan desa wisata mandiri di Indonesia bertujuan untuk dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memberi kesejahteraan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kemenparekraf dan KemendesPDTT telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman di tahun 2016. Sehingga perlu dikaji kembali untuk diperbaharui mengingat situasi saat ini yang sangat dinamis, ataupun melihat mana saja yang memungkinkan untuk ditingkatkan menjadi perjanjian kerja sama.

“Desa wisata atau rural tourism, telah menjadi tren pariwisata dunia. Pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan yang santai dan sehat, menarik semakin banyak wisatawan, kata Sandiaga.

Di eropa, 15 persen dari total kapasitas amenitas berada di desa-desa wisata yang berkelanjutan berupa homestay. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja, desa wisata memiliki potensi yang besar. Di Inggris, desa wisata menyumbang 12 persen lapangan kerja. Indonesia dengan jumlah desa yang mencapai lebih dari 74 ribu, ditambah dengan kekayaan budaya serta ekonomi kreatif, tentu memiliki peluang besar dalam menghadirkan desa wisata.

“Kita ingin program-program bersinergi untuk desa wisata, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memajukan kesejahteraan umum. Kita mulai Indonesia Maju dari desa wisata,” kata Menparekraf.

Sementara itu, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie, mengatakan saat ini, pihaknya sedang melakukan penyusunan rencana kerja, dimana desa wisata menjadi hal yang utama untuk dikembangkan. Tidak hanya desa wisata di 5 destinasi super prioritas, namun juga di daerah-daerah lain.

“Pembangunan pariwisata juga jangan hanya menjadikan warga desa atau masyarakat sebagai penonton, namun harus dapat melibatkan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi sangat penting, karena kita percaya pariwisata akan menjadi leading sector yang bisa membawa Indonesia lebih gemilang dan maju. Pariwisata harus menghadirkan kemakmuran untuk warga desa,” kata Budi Arie Setiadi.

Leave a Reply