Apa Itu Hotel Virtual? Ini Penjelasan Lengkapnya

Properti dari RedDoorz(Arsip RedDoorz)

IHGMA.com – Bentuk penginapan atau akomodasi biasanya terdiri dari beragam jenis seperti hotel, hostel, hingga resort.

Belakangan, ada satu istilah baru yang kerap disebut di industri hotel, yakni hotel virtual.

Seperti dilansir Kompas.com Kamis 6/8/2020, Keberadaan hotel virtual ini pun menjadi hal baru bagi masyarakat Indonesia dalam lima tahun belakangan. Kemunculannya menarik hati wisatawan atau tamu untuk menginap di hotel tersebut.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan hotel virtual? Hotel virtual adalah penginapan yang dikelola virtual hotel operator.

Virtual Hotel Operator (VHO) sendiri merupakan platform online yang bekerjasama dengan penginapan sekaligus menghubungkan properti mereka dengan konsumen.

Jika melihat fenomena munculnya VHO di Indonesia baru terjadi sekitar rentang waktu 2015.

Konsep tersebut menurut Widiastuti dan Susilowardhani dalam Virtual Hotel Operator: Is It Disruption For Hotel Industry (2016: 203) mulai masuk ke Indonesia ditandai dengan munculnya beberapa operator seperti Nidia Rooms, Airy Rooms, RedDoorz dan lainnya.

Untuk segi bangunannya, jelas bangunan hotel virtual sama saja seperti hotel biasa. Perbedaan dari hotel virtual dengan hotel konvensional hanya terletak pada sisi manajemen pemasarannya.

Keberadaan hotel virtual juga diakui masih eksis hingga sekarang. Vice President of Operations RedDoorz Adil Ali Mubarak membeberkan alasan tersebut, Kamis (23/1/2020).

RedDoorz Syariah @ Klojen Malang(https://www.reddoorz.com) 

Menurutnya, VHO menawarkan penginapan dengan kualitas setara hotel bintang 4 dan 5. Lanjutnya, VHO mampu melihat peluang kekosongan di pasar hotel, salah satunya minimnya standar kualitas.

“Terlebih harga penjualan kamar terkadang kurang jelas. Harga dan kualitas tidak konsisten. Kami (pelaku VHO) melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang untuk membantu mereka (hotel dengan standar kualitas minim),” kata Adil di Ecology Bistro & Lounge, Jakarta.

Ciri khas hotel virtual, dilihat dari adanya tambahan nama operator pada nama hotel

Lalu bagaimana caranya tamu atau wisatawan dapat membedakan mana hotel virtual dan hotel konvensional?

Mudah saja, jika melakukan pemesanan melalui VHO, maka kamu akan melihat bagaimana nama hotel tersebut, selalu diiringi identitas nama VHO-nya.

Menurut Adil, hal ini bermula dari banyak penginapan yang tidak memiliki satu merek untuk menaungi.

Hal ini pula yang melandasi VHO untuk membuat hotel virtual dapat beroperasi di bawah satu merek, tanpa harus mengubah nama hotel.

“Tugas VHO adalah membantu dalam hal teknologi dan penerapan standar, sehingga dapat menghubungkan ke konsumen serta meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Contoh teknologi VHO menghidupkan hotel virtual

Selain itu, contoh konkret teknologi VHO dapat dilihat dari kehadiran aplikasi pemesanan, dan sistem pengaturan manajemen hotel untuk para staf.

Menurutnya, hal tersebut merupakan cara bagaimana VHO membantu menghidupkan hotel virtual.

“Dari sana, kami membantu mereka menjual kamar dan membuat mereka menjadi bagian dari premium brand kami. Membantu secara operasional dan finansial,” katanya.

Berkat standar dan pemasaran VHO, hotel virtual pun lebih diminati dan dikenal masyarakat terutama generasi milenial yang lebih sering terhubung dengan online.

Leave a Reply