Bar Favorit The Beatles Terancam Gulung Tikar Akibat Pandemi

The Cavern Club, bar legendaris tempat The Beatles kongko dan tampil di Liverpool, Inggris. (AFP/PAUL ELLIS)

JAKARTA, ihgma.com –  Bar yang dianggap sebagai tempat kelahiran The Beatles menghadapi kehancuran finansial setelah mengalami kerugian hampir £30 ribu (sekitar Rp588 juta) per minggu selama pandemi virus corona.

The Cavern Club yang merupakan ikon kota Liverpool di Inggris, menjadi tuan rumah Fab Four hampir 300 kali pada awal 1960-an.

Saat ini bar tersebut telah terpukul keras oleh tindakan penguncian di Inggris, dengan kapasitas dipangkas dari 500 menjadi 150 orang.

Sebelum penerapan pembatasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan penyebaran virus memaksa tempat-tempat bar dengan panggung musik di seluruh negeri ditutup, bar tersebut menarik wisatawan dari seluruh dunia – terutama para penggemar Beatles yang melihat tempat tersebut sebagai “tempat ziarah.”

Sekarang, terlepas dari pelonggaran beberapa langkah penguncian, The Cavern Club mengalami kerugian finansial yang menghancurkan sekaligus menghadapi masa depan yang tidak pasti.

“Ini sangat sulit,” kata Jon Keats, direktur tempat tersebut, seperti yang dikutip CNNIndonesia.com pada Kamis 20/8/2020 dari AP.

“Mudah-mudahan kami dapat terus beroperasi dan masih di sini. Tapi kami tetap membutuhkan dukungan.”

Di The Cavern Club itulah The Beatles pertama kali ditemukan oleh manajer yang mengubah masa depan mereka, Brian Epstein, yang membantu mereka menjadi band paling terkenal dalam sejarah musik populer.

Bar ini juga membantu melesatkan karier musisi lainnya, seperti Gerry and the Pacemakers dan Cilla Black.

“Cavern selalu menjadi tempat musik live yang relevan dan selalu memupuk bakat baru, baik itu di masa The Beatles atau semua band dan artis baru yang datang melalui pintu kami,” kata Keats.

“Sebagai tempat musik, tempat ini penting secara nasional.”

Setiap tahun, bar ini mengadakan International Beatle Week – perayaan yang biasanya menarik ribuan penggemar ke Liverpool dan yang menurut Keats “menghidupkan kota.”

Tahun ini, acara langsungnya dibatalkan dan diganti dengan pertunjukan virtual.

“Kami mengadakan International Beatle Week virtual di mana semua band reguler kami dari 30, 35 tahun terakhir – selama festival berlangsung – mereka telah mengirimi kami set live yang telah direkam sebelumnya, pesan dari semua tamu istimewa kami,” kata Keats.

“Kami akan menayangkan konten itu selama seminggu di The Cavern Club meskipun terbatas hanya untuk 150 orang. Kami ingin mengingatkan orang bahwa tempat bersejarah itu masih ada.”

International Beatle Week virtual berlangsung 26 Agustus – 1 September 2020.

Leave a Reply