Dampak Corona, Kunjungan Hotel di Senggigi Turun

IHGMA.com – Kunjungan wisatawan di Senggigi masih belum normal. Setelah terdampak bencana gempa tahun 2018 lalu, kini para pengusaha hotel kembali diuji dengan virus korona.

“Kami juga merasakan dampaknya. Ada ratusan yang cancel, wisatawan Singapura yang biasa pre-booking sejak bulan ini sepi,” tutur Manager of Sales Hotel Sheraton Senggigi Yunartha kepada Lombok Post, Sabtu (16/2).

Bisanya, Februari banyak pesanan kamar yang masuk ke Hotel Sheraton. Sebagian besar dari kalangan wisatawan Singapura dan beberapa negara Asia lainnya termasuk China.

Mereka memesan kamar di Februari untuk berlibur di Juli-Agustus mendatang. Sayangnya, semenjak isu virus korona menjadi atensi dunia, pariwisata Senggigi ikut merasakan dampaknya.

Ditambah beberapa penerbangan banyak yang ditutup ke Indonesia. Hal ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kunjungan wisatawan. “Untungnya wisatawan Australia masih banyak yang datang. Dari Inggris Prancis, Belanda juga cukup banyak,” ujarnya. Ini yang bisa menambah okupansi meski belum pulih seperti sebelum terjadi gempa.

Meski kondisi pariwisata Senggigi masih belum pulih, Manager of Marketing Hotel Sheraton Senggigi Farida justru merasa optimistis. Ia percaya pariwisata Senggigi segera bangkit.

Perempuan yang baru pindah dari Bali itu menilai Lombok punya potensi wisata yang sangat besar. Terlebih dengan akan digelarnya perhelatan MotoGP. Ia yakin pariwisata Lombok bisa maju seperti yang ada di Bali.

“Saya melihat Lombok ini punya potensi itu,” kata perempuan yang baru bertugas di Hotel Sheraton Senggigi itu.

Untuk itu, ia bersemangat bertugas di Lombok. Karena ia yakin dengan penataan dan pengelolaan yang baik, pariwisata Lombok bisa berkembang pesat.

Sebagai salah satu upaya menggairahkan pariwisata Lombok, Hotel Sheraton Senggigi menggelar berbagai event menarik. Salah satunya dengan mendatangkan Cheff ternama William Wongso.

Ia datang menggelar cooking clinic bagi sejumlah pelaku usaha restoran, travel agent dan media massa. Cheff William Wongso membeberkan bagaimana agar masakan tradisional yang ada di Lombok bisa diterima oleh wisatawan mancanegara. “Kuncinya adalah kebersihan, higienis dan sanitasi,” jelasnya.

Bagi masyarakat lokal, kelezatan makanan mungkin menjadi nomor satu. Lokasi tempat makan, kualitas kebersihan dan higienitas menjadi nomor dua. Namun ia menegaskan bagi wisatawan asing, kebersihan dan sanitasi menjadi nomor satu. Baru diikuti oleh rasa kelezatan makanan.(lombokpost)

Leave a Reply