Dana Desa 2020 Sleman Kembangkan SDM Destinasi Wisata

SLEMAN, IHGMA.com – Dana desa 2020 Kabupaten Sleman akan difokuskan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sleman mendorong para pemerintah desa (PemDes) menggunakan Dana Desa untuk mengembangkan SDM di lokasi wisata.

“2020 fokus Dana Desa kita meningkatkan kualitas SDM. Ini sesuai dengan arahan dari bapak presiden,” kata Kepala Dinas PMD Priyo Handoyo di Yogyakarta, Rabu 13 November 2019.

Salah satu program kegiatan yang diusulkan Pemkab Sleman adalah seminar pengembangan desa wisata serta pelatihan pelayanan dan manajemen untuk para pelaku desa wisata(dewis). Selain itu Pemkab Sleman juga mendorong adanya pelatihan kewirausahaan bagi para UMKM atau pengusaha di desa wisata.

Kegiatan- kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik para wisatawan. Sehingga mampu menggairahkan perekonomian dan fasilitas di dewis.

“Nantinya Dana Desa bisa dikelola oleh BUMNdes. Sekarang Sleman punya sekitar 47 desa wisata dan tahun akan bertambah lagi,” jelas Priyo.

Bagi desa yang belum memilikinya, pihaknya mendorong perangkat desa untuk segera membentuk BUMDes.

Sementara bagi desa non wisata pihaknya mendorong PemDes untuk mengadakan kegiatan kewirausahaan serta pemberdayaan masyarakat. “Kegiatannya disesuaikan dengan potensi di daerah tersebut,” ungkap Priyo

Priyo memperkirakan Dana Desa 2020 Kabupaten Sleman meningkat menjadi Rp 1,2 Triliun. Sebelumnya Dana Desa Pemkab Sleman 2019 sebesar Rp 99 Miliar. Pemerintah pusat sudah mengetuk palu besaran Dana Desa 2020 sejumlah Rp72 triliun.

“Masing-masing desa kemungkinan dapat tambahan 800-900 juta ditahun depan,” beber Priyo.

Priyo mengimbau kepada seluruh pemerintah desa untuk merancang jenis-jenis kegiatan atau rencana pengeluaran dana desa 2020 sejak sekarang.

PemDes diminta untuk membuat kegiatan berdasarkan data yang akurat kondisi desa. Selain itu ia juga meminta PemDes memperbaiki laporan pertanggung jawaban Dana Desa.

“Jangan sampai karena masalah kesalahan laporan jadi temuan dan dugaan korupsi dikemudian hari,” pungkas Priyo. (medcom)

Leave a Reply