Dari 200 Unit, Baru 41 Hotel dan Resto di Malang yang Siap Menyambut New Normal

Malang, Ihgma.com – Kebijakan New Normal atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19 mulai perlahan dimulai. Namun, bukan berarti semua aktivitas di luar rumah bisa bebas begitu saja. Sebab, segala kegiatan yang akan dilakukan harus memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 termasuk bagi dunia usaha.

Salah satu yang mulai kembali dibuka, yakni usaha resto dan perhotelan di Kota Malang. Meski belum semuanya kembali beroperasional. Saat ini tercatat 41 hotel dan resto telah siap untuk melayani pengunjung.

Ke-41 hotel dan resto itu telah ditandai dengan stiker verifikasi telah memenuhi standart protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Dari yang kami berikan sosialisasi itu hampir 200 hotel, resto dan tempat wisata. Tapi yang sudah kami verifikasi dan sudah siap secara protokol kesehatan itu ada 41,” ujar Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni ditemui dalam acara penyerahan stiker bagi pelaku usaha Perhotelan dan Resto di Hotel Savana, Senin (22/6/2020).

Ia menyebut, dari 200 hotel dan resto memang masih banyak yang belum memenuhi persyaratan standart protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Beberapa diantaranya juga memilih untuk tetap tidak beroperasional karena merasa belum kedatangan tamu.

“Karena paska sosialisasi itu, kita turun lapangan melakukan verifikasi. Protokol kesehatannya sudah siap atau belum, kalau belum kita ndak mau memberikan stiker. Ada juga hotel memang alasan biaya operasional makanya belum mau buka, toh tamunya belum banyak,” jelasnya.

Nantinya, dari 41 hotel dan resto yang telah terverifikasi tersebut tetap akan dilakukan pemantauan secara ketat. Apakah sudah memenuhi aturan di Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pedoman Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Nah nanti kita turun lagi (melakukan pemantauan). Seperti apa pelaksanaan protokol kesehatan itu. Contohnya meja itu ada pembatasnya. Semisal makan kan buka masker, ngobrol akhirnya itu droplet ya,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan adanya stiker verifikasi bagi perhotelan dan resto diharapkan bukan sebagai ajang terstandarisasi oleh protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Melainkan, semua pengusaha benar-benar mampu menerapkan hal itu dengan baik. Pihaknya juga bakal melakukan pemantauan secara berkala.

“Stiker bukan satu-satunya alat untuk ini sudah bebas tidak. Tapi ini sudah diverifikasi sesuai dengan Covid. Tapi implementasi di lapangan kita belum tahu. Jadi nanti akan ada mata-mata untuk menggerakkan orang-orang dalam pemantauan. Sesuai ndak ini, sehingga jadi kredit poin untuk penilaian,” tegasnya.

Apabila, bagi hotel dan resto yang telah berstiker verifikasi tersebut masih ditemui pelayanan yang tak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, maka tak segan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan langsung memberikan sanksi penutupan.

“Penutupan (punishment bagi yang melanggar). Seperti sekarang ini yang terverifikasi itu yang siap buka. Protokolnya terstandar, tapi prakteknya tidak dilakukan, itu akan ada penilaian. Kita evaluasi bersama-sama,” tandasnya.(jatimtimes)

Leave a Reply