Dari Wakil Ketua Menuju Calon Ketua IHGMA Bali

Foto: Acara Funbike pertama DPP IHGMA dan DPD IHGMA Bali tahun 2017. (doc: Redaksi)

Bali, ihgma.com – Hari ini antara tanggal 23 – 25 September 2020 adalah tahanpan dimana setiap kandidat bisa berkampanye untuk menyampaikan program kerja untuk jangka pendek dan jangka panjang melalui sistem kampanya ala DPD IHGMA Bali yaitu kampanye digital.

Foto: I Ketut Swabawa Kandidat No. 2 calon ketua DPD IHGMA Bali di Stanagiri. (doc: Swabawa)

Kandidat nomer 2,  I Ketut Swabawa, CHA lebih awal mengkonfirmasi kesediaan bakal calon untuk maju dalam proses selanjutnya sehubungan Pemilihan Ketua baru dalam MUSDA 2 Oktober 2020 mendatang.

Foto: I Ketut Swabawa Kandidat No. 2 calon ketua DPD IHGMA Bali di Stanagiri. (doc: Swabawa)

Bakal calon yang langsung mengumumkan dirinya dalam konfirmasi via online tersebut adalah I Ketut Swabawa, CHA yang turut berperan membangun IHGMA dalam perannya mengumpulkan GM di Bali bersama Otto Yoga dan Christian Gumala pada 30 Januari 2016 untuk membahas peresmian asosiasi para GM Indonesia tersebut.

Foto: Acara Funbike pertama DPP IHGMA dan DPD IHGMA Bali tahun 2017. (doc: Redaksi)

“Ketika itu saya dihubungi oleh pak CG sehubungan dengan rencana acara akan diadakan di Ubud, pak CG minta saya kumpulkan teman-teman di Ubud untuk bersepeda. Lalu pak Otto bantu untuk mencari dana dan saya pakai untuk membeli peralatan sekolah yang kita sumbangkan di SD di desa Puhu. Waktu itu terkumpul 100 GM dan kita bikin acara bertajuk GM and Hospitality Leaders FunBike 2017 . Banyak teman kita yang sekarang di IHGMA bergabung kala itu bersepeda, saya masih ingat ada Pak Kahar dan Inan penasehat kita, pak Ramia, Bu Dewi Mas dan lainnya, juga tentunya pak Reza yang tuan rumah di hotenya di Ubud. Setelah acara kami kembali meeting-meeting sampai akhirnya terjadi peresmian DPP IHGMA di Bali pertamakalinya pada 20 April 2016. Waktu itu saya jadi wakil ketua panitia dan ketua panitianya pak Astama, peserta nya banyak dari luar Bali termasuk Pak Erik Tumbelaka yang saat itu di Lombok dan sekarang sudah di Bali” katanya mengingat pengalaman di awal berdirinya IHGMA.

Foto: Acara saat launching IHGMA dan seminar pertama di Grand Bali Ina 2016. ( doc: Swabawa)

Berdasar CV yang dikirimkan ke panitia MUSDA dan ditembuskan ke IHGMA.com, pengalaman Swabawa di bidang karir terbilang sangat unik. Dimulai dengan menjadi karyawan DW engineer di hotel bintang 4 kawasan Tuban, lalu berproses hingga Chief Engineer pada 2001 yang akhirnya memberinya kesempatan menjadi GM di usia 26 tahun pada hotel bintang 3 berjejaring internasional di Lovina dan berkantor pusat di Mallorca, Spain.

Dari sana tampaknya Swabawa belum berpuas diri, berbekal harapan jangka panjang, ia mencoba melamar pekerjaan sebagai Executive Housekeeper di sebuah hotel butik mewah di kawasan Ubud. “Saya berpikir GM itu pemimpin hotel, hotel itu komoditas utamanya adalah kamar tamu. I have to expert on this field! Demikian pikiran saya. Hingga akhirnya saya naik lagi jadi pimpinan di resort tersebut , lalu berpindah- pindah lagi ke hotel lainnya.

Dalam pemilihan ketua mendatang Swabawa memberikan pendapat bahwa asosiasi ini telah dicintai anggotanya dan menjadi salah satu stakeholder yang berkontribusi dengan baik di industri. “Ya kita harus lanjutkan soliditas dan sinergitas ini demi pariwisata Bali dan Indonesia” katanya.(ph)

 

Leave a Reply