Dihantam Pandemi dan PSBB, Shinta KADIN: Industri Pariwisata Rugi Rp10 Triliun

Ilustrasi Nusa Penida Bali Foto: Shutter stock

ihgma.com – Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terpuruk dihantam pandemi Covid-19.

Melansir Industry (12/1), hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Kamdani beberapa saat lalu.

WKU KADIN Indonesia Shinta Sukamdani Foto Tempo.co

Menurutnya, salah satu sektor andalan RI ini mengalami kerugian mencapai Rp 10 triliun sejak Indonesia dilanda wabah pandemi Covid-19.

“Kadin Indonesia mencatat hingga akhir 2020 total kerugian sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 mencapai lebih dari Rp10 triliun,” sebut Shinta dalam keterangannya seperti dilansir redaksi Industry.co.id pada Selasa pagi (12/1/2021).

Menurut Shinta, kontraksinya terlihat jelas dalam PDB dua kuartal sebelumnya dan akan tercermin juga pada PDB di akhir tahun 2020.

Tak hanya itu, kebijakan pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus corona seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menjadi sebab makin terpuruknya sektor pariwisata sepajang tahun lalu.

Meski demikian, ditahun ini Ia memproyeksikan kondisi akan berangsur membaik. Dan pelaku usaha juga telah mulai terbiasa kebijakan PSBB termasuk Pembatasan di Jawa-Bali yang diterapkan pemerintah sejak 11 Januari kemarin hingga dua pekan kedepan.

“Pelaku usaha juga semakin familiar dengan protokol-protokol PSBB. Hanya saja proyeksi ini amat sangat tergantung pada penerapannya, khususnya metode pendisiplinannya,” paparnya.

Untuk itu, Ia berharap koordinasi pemerintah daerah dalam penerapan kebijakan dilapangan akan berjalan baik, karena hal tersebut akan menjadi penentu kinerja ekonomi kedepan.

“Karena skala PSBB kali ini mencakup banyak provinsi padat secara serentak, ancaman terbesar terhadap kinerja ekonomi ada pada koordinasi antar pemerintah terkait logistik barang antar wilayah,” pungkasnya.

Leave a Reply