Geliat Wisata Berastagi Mulai Tinggi, Okupansi Hotel Melonjak hingga 80-90 Persen

Karyawan Hotel Internasional Sibayak (kiri), melakukan pengecekan suhu tubuh tamu hotel sebelum melakukan check in, di Jalan Gundaling, Berastagi, Minggu (12/7/2020).

Medan, ihgma.com -Bisnis pariwisata di Kabupaten Karo, beberapa pekan terakhir sudah menunjukkan geliat yang mulai tinggi.

Amatan www.tribun-medan.com, selama dua pekan ini wisatawan dari berbagai daerah sudah mulai ramai berwisata ke kawasan pegunungan ini.

Terlebih, mulai tanggal 1 Juli kemarin Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karo, sudah mulai membuka objek-objek wisata.

Dengan kembalinya minat masyarakat untuk berwisata ke Kabupaten Karo, hal ini juga berdampak dengan meningkatnya jumlah hunian hotel di Berastagi.

Seperti dilansir Tribun Medan.com 12/7/2020,  General Manager (GM) Hotel Internasional Sibayak Dedi Nelson, mengakui okupansi sudah mulai mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir.

“Saat ini okupansi di kita untuk hari biasa 10-20 persen, tapi khusus untuk akhir pekan bisa sampai mencapai 90 persen. Peningkatan ini kita lihat sejak dua pekan terakhir, semenjak wisata sidah mulai buka,” ujar Dedi, saat ditemui di Hotel Internasional Sibayak, Jalan Gundaling, Berastagi, Minggu (12/7/2020).

Terlebih, mulai tanggal 1 Juli kemarin Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karo, sudah mulai membuka objek-objek wisata.

Dengan kembalinya minat masyarakat untuk berwisata ke Kabupaten Karo, hal ini juga berdampak dengan meningkatnya jumlah hunian hotel di Berastagi.

General Manager (GM) Hotel Internasional Sibayak Dedi Nelson, mengakui okupansi sudah mulai mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir.

“Saat ini okupansi di kita untuk hari biasa 10-20 persen, tapi khusus untuk akhir pekan bisa sampai mencapai 90 persen. Peningkatan ini kita lihat sejak dua pekan terakhir, semenjak wisata sidah mulai buka,” ujar Dedi, saat ditemui di Hotel Internasional Sibayak, Jalan Gundaling, Berastagi, Minggu (12/7/2020).

Hotel Internasional Sibayak Berastagi. (Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul)

Dedi menjelaskan, untuk para tamu yang datang sejak dua pekan terakhir ini mayoritas merupakan tamu baru.

Seperti diketahui, sebelum masa pandemi penyebaran virus corona (Covid-19) banyak tamu hotel yang mengubah waktu menginap hingga membatalkan pesanan kamar.

“Kalau sekarang ini, kebanyakan tamu baru. Kalau yang kemarin, belum ada yang datang lagi,” katanya.

Dirinya menyebutkan, semenjak pandemi Covid-19 kemarin jumlah hunian hotel sangat jauh berkurang dari biasanya. Bahkan, semenjak akhir bulan Maret kemarin jumlah tamu dapat dikatakan hampir tidak ada. Hal ini terlihat pada saat akhir pekan jumlah paling banyak hunian hanya mencapai 10 kamar.

“Mulai dari pertengahan Maret kemarin itu sudah terasa, hampir tidak ada sama sekali hunian. Yang sudah pesan sebelumnya, semua dibatalkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan meningkatnya jumlah hunian ini

Karena itulah, manajemen hotel sudah memanggil kembali para karyawan yang sempat dirumahkan.

Ia mengungkapkan, dari seluruh karyawan yang bekerja di hotel tersebut, hanya sebanyak 1/4 pekerja yang masuk pada saat pandemi berlangsung. Namun, saat ini mereka sudah memanggil sebagian karyawan yang sebelumnya dirumahkan.

“Jadi di kita namanya unpay life, jadi dia enggak bekerja dan tidak dibayar, tapi bukan dipecat. Sebelumnya itu ada 1/4 dari total karyawan kita yang dirumahkan dulu, tapi sekarang mereka sebagian sudah mulai masuk lagi. Sekarang sudah sekitar 1/3 lah yang masuk, jadi misalnya dulu itu cuma 20 orang yang masuk, sekarang sudah 30,” ungkapnya.

Terpisah, Manager Operasional Hotel Sinabung Hills Berastagi Syahriadi, mengungkapkan kondisi tak jauh berbeda.

Okupansi di hotel tersebut sudah merangkak naik sejak dua pekan terakhir. Meskipun sejauh ini Hotel Sinabung Hills menerapkan kebijakan pembatas hunian.

“Kalau di kita untuk peningkatan okupansi si kita mencapai 80 persen, dan di kita memang kita batasi, dari seratusan kamar yang ada kita batasi hanya 80 kamar yang aktif. Jadi enggak terlampau padat,” ucapnya.

Suasana lobby Hotel Sinabung Hills Berastagi. (Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul)

Sama seperti Dedi, Syahriadi juha mengaku jika saat ini sebagian karyawan hotel tersebut yang sempat dirumahkan sudah mulai kembali bekerja.

Ia mengatakan, kemarin untuk karyawan yang masuk hanya 20 hingga 50 persen.

“Kalau sekarang, sudah ada karyawan kita yang masuk lagi itu sekitar 15 sampai 30 persen,” ucapnya.

Ketika ditanya seputar penerapan protokol kesehatan, keduanya mengaku jika di masing-masing hotelnya telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke hotel, penegasan penggunaan masker, menyediakan hand sanitizer, hingga melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh bagian hotel, hingga kamar saat tamu telah pulang.

 

 

 

 

Leave a Reply