GM Hotel Bali Tembus Predikat Cum Laude Program Doktor Pariwisata

BALI, ihgma.com – General Manager Bali tembus predikat Cum Laude pada Promosi Doktor Program S3 Pariwisata Universitas Udayana. Sukses dalam profesi sebagai General Manager tidak menyurutkan semangat Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA untuk mencapai gelar tertinggi akademiknya dibidang Pariwisata, dengan masa studi 3 Tahun dan berhasil menyelesaikan penelitian dengan judul “Marketing Sustainability untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali”. Temuan dalam penelitian tersebut adalah inovasi model pemasaran berkelanjutan yang disebut dengan Marketing Mix 7P+ dan Konsep Post Profit untuk mewujudkan cita-cita Pariwisata Berkelanjutan di Bali.

Pria Warih Dukuh Jimbaran, meraih gelar Doktornya di usia 40 Tahun, diusia yang tutur pria dengan tinggi badan 188 cm ini siap melihat dunia, bukan untuk dilihat dunia, menjadi samudra dalam tetesan air bukan tetesan air yang mencari samudra. Pria yang aktif dalam asosiasi IHGMA Bali ini sebelumnya telah meraih predikat sarjana S1 Double Degree Bachelor Business of Management (BBM) dan Bachelor Business of Accounting (BBA) di Monash University Melbourne – Australia pada Tahun 2002, dan pendidikan S2 Magister Manajemen (MM) di Universitas Udayana pada Tahun 2015, serta Certified Hotel Adminitrator (CHA) pada Tahun 2015 di America Hotel & Lodging Educational Institute (AHLEI). Yoga Iswara dalam hal ini juga seorang Auditor dan Assesor di Industry Pariwisata. Suami dari Desak Putu Thiarina Mahaswari , SH., MKn dan ayah dari dua orang anak Ayu Mahadewi dan Ayu Mahagitha lulus dengan predikat Cum Laude pada ujian terbuka Program Studi Doktor (S3) Pariwisata, Fakultas Pariwisata Udayana, Khamis 27 Agustus 2020.

Foto : undangan untuk ujian terbuka promosi doktor pariwisatanya, yang akan diadakan pada tanggal 27 Agustus 2020, hari Khamis, (Doc : Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA) 

Putra dari pasangan I Wayan Sudha, BA (Alm) dan Anak Agung Ayu Awantari, memulai karirnya sebagai hotelier di Grand Hyatt Melbourne – Australia selama 8 Tahun, kemudian melanjutkan ke Four Seasons Resort Maldivies di Kuda Hura dan Landaa Giraavaru selama 4 Tahun, kembali ke Bali dan bekerja di Ubud Village Resort dan Ubud Village Hotel selama 4 Tahun, serta mengembangkan karir dan bergabung dengan Maca Villas Bali sebagai General Manager hingga sekarang.

Pria yang akrab disapa Yoga juga meraih capaian tertinggi sebagai salah satu Bali Top Hospitality Leader 2018 dan 2019 oleh ITTA.

Dalam perjalanan karirnya Yoga Iswara juga terlibat dalam perhelatan akbar sebagai Ketua Suksma Bali 2018, sebuah gerakan moral yang diinisiasi oleh Paiketan Krama Bali sebagai wujud terimakasih terdalam kepada Ibu Pertiwi Bali.

Ujian Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung hangat selama 2 jam ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, Msi dan Prof. Dr. Made Budiarsa, MA selaku Promotor, Prof. Dr. I Wayan Ardika, MA selaku Kopromotor I, serta Dr. Ir. AAP Agung Suryawan Wiranatha, MSc selaku Kopromotor 2. Tim peyanggah yang hadir adalah Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra Mlitt, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, Msi, Dr. Putu Saroyini, SE. AK. MM, Dr. I Nyoman Sudiarta, SE. Mpar, dan Dr. Sudjana, SE. MM. CHT. CHA. Tim Penguji Akademik adalah Dr. Putu Sucita Yanthy, SS. M. Par, Gde Indra Bhaskara, M.Sc. Ph.D dan Dr. Yohanes Kristianto, S.Pd. M.Hum.

Dalam disertasinya, Yoga Iswara menghasilkan model inovasi pemasaran berkelanjutan yang disebut Marketing 7P+ sebagai respon dampak negatif dari sisi lingkungan dan sosial budaya yang ditimbulkan dari pengembangan pariwisata di Bali. Yoga menambahkan bahwa model pemasaran akomodasi saat ini sebagian besar mengarah pada self destructive untuk Bali yang mana profit menjadi fokus utama, sedangkan jika dimodelkan dengan tepat, pemasar dan pemasaran bisa mengambil peran yang lebih strategis dalam mewujudkan cita-cita pariwisata berkelanjutan di Bali dan dan juga mendukung agenda sustainable development goals (SDGs) PBB 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengusaha akomodasi di Bali seyogyanya menghindari penonjolan untuk meraih keuntungan tetapi untuk mewujudkan keberlanjutan. Bukan berarti keuntungan tidak penting, tetapi keuntungan (profit) layaknya ditempatkan sebagai sesuatu yang akan secara langsung mengikuti. Dalam konteks kerangka pikir bisnis, paradigma post-profit bisa dijelaskan dengan kisah The Goose that Laid the Golden Eggs (angsa yang mengeluarkan telur emas) yang memiliki kiasan bahwa tujuan utama haruslah merawat angsa jika ingin mendapatkan telur bukan sebaliknya mendapatkan telur dengan melupakan pentingnya merawat angsa.

Yoga menambahan bahwa masa Pandemi Covid-19, bisa menjadi momentum yang bagus sekaligus sebagai kontemplasi dan langkah nyata untuk Bali menuju Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang merupakan bagian visi dan misi Gubernur Bali dalam mewujudkan Tatanan Kehidupan Era Baru. Pria ini berserta stakeholder dan asosiasi pariwisata lainnya turut serta membantu pemerintah sebagai Ketua Tim Verifikator Provinsi Bali yang bertugas melakukan verifikasi protokol kesehatan CHSE terhadap Industri Pariwisata agar siap menjalankan tatanan kehidupan era baru.

Leave a Reply