Holistic : Kerjasama IHGMA Bali dengan Kampus Pariwisata

Foto: Event yearly gathering DPD IHGMA Bali

ihgma.com – COVID-19 adalah wabah dunia yang tidak bisa diprediksi sampai kapan akan dapat dilalui menuju ke pemulihan secara tuntas. Semuanya telah memahaminya dengan bentuk hidup berdampingan dengan corona melalui penerapan standar protokol kesehatan. Industri pariwisata masih terpuruk, namun insan pariwisata yang kreatif tetap mengedepankan optimisme dalam mengelola usaha.

Walaupun beberapa hotel sudah mulai beroperasi sejak dibukanya destinasi bagi wisatawan domestik sejak 31 Juli 2020 lalu, pihak pengelola hotel masih merasakan kesulitan dalam mendapatkan bisnis di tengah terpuruknya ekonomi secara makro. Demikian juga disampaikan oleh I Nyoman Astama, SE.,MM.,CHA – Ketua DPD IHGMA Bali (19/9/2020).

“Masyarakat masih fokus pada kebutuhan pokok serta pada proteksi diri demi kesehatan. Upaya penerapan protokol kesehatan sudah semakin bagus di industri dengan dilaksanakannya verifikasi bagi tempat usaha pariwisata. Tapi ya itu, wisatawan belum banyak ke Bali. Kami juga mencoba mencari celah dari program-program regular bagi hotel untuk dapat dioptimalkan menjadi sumber revenue sehingga ada sedikit income untuk membiayai operasional di hotel” kata pria yang baru saja ditunjuk Perwakilan Kamar Dagang dan Industri Ukraina di Indonesia / Representative of Ukraine Chamber of Commerce and Industry in Indonesia.

Salah satu pemberdayaan sumber pendapatan yang dimaksud ketua DPD IHGMA Bali yang segera mengakhiri masa baktinya setelah 4 tahun pengabdian ini adalah bagaimana mengelola program pemagangan bagi mahasiswa sekolah pariwisata menjadi suatu program yang saling menguntungkan antara pihak hotel dengan sekolah / kampus.

“Sejak Juli lalu kami telah menjajagi beberapa sekolah pariwisata dan juga lembaga pelatihan yang bisa bekerja sama dengan kami. Idenya adalah menawarkan program workshop _ di hotel _member IHGMA Bali sehingga mahasiswa dapat melakukan kegiatan pengenalan kegiatan industri. Akhirnya ada 1 kampus pariwisata swasta yang tertarik dan setelah kami announce di member IHGMA Bali tercatat ada 14 member yang mendaftarkan hotelnya” tambah Ketut Swabawa, Wakil Ketua DPD IHGMA Bali menjelaskan program dimaksud.

Program yang diberi nama HOLISTIC (Hotel’s Onboard Learning Integration and Strategic Training Implementation Center) _ dikemas dalam 4 hari yaitu 2 hari materi _workshop _ dari _General Manager dan Head of Department serta 2 hari praktek di bidang operasional sesuai jurusan mahasiswa. “Kami batasi per group berjumlah 15 siswa untuk penerapan protokol kesehatan, physical distancing serta kenyamanan siswa dalam mengikuti program ini. Sosialisasi dengan member yang ikut program ini telah dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2020. Minggu depan 21-24 September kami sudah terjun mendampingi pihak kampus untuk mengecek kesiapan dan memastikan mekanisme workshop _ telah dipahami oleh rekan-rekan _member IHGMA Bali yang hotelnya ikut program ini” kata Swabawa.

Dari program yang rencananya berjalan untuk 25 kelas atau 50 grup sesi tersebut pada tahap pertama ini , hotel akan mendapatkan pendapatan dari sewa ruangan meeting dan juga honor bagi pemateri dan instruktur prakteknya. “Bagi kami di industri, biaya tersebut memang lebih rendah dari tamu grup yang konvensional namun di tengah pandemi dan juga untuk membantu dunia pendidikan kami rasa ini merupakan bagian dari mutualism relationship. Hotel bisa dapat sedikit income sambil menciptakan kegiatan di hotel agar produktif daripada tidak ada kegiatan sama sekali “ imbuhnya. Pelaksanaan HOLISTIC akan diawali pada minggu pertama Oktober dan saat ini jadwal grouping _ mahasiswa telah siap . Diharapkan tahap pertama program ini dapat berjalan dengan lancar sehingga pada tahap kedua dan berikutnya bisa menambah lagi _member IHGMA Bali lainnya yang akan bergabung sebagai hotel venue.

Leave a Reply