IHGMA Bali Wujudkan Pariwisata Berkualitas Melalui Pembenahan Destinasi & SDM

IHGMA.com – Stakeholder kepariwisataan di Bali berupaya keras meningkatkan kualitas destinasi sesuai bidangnya, baik pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, swasta dan masyarakat. Tak terkecuali peran asosiasi para general manager hotel melalui Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Chapter memiliki idealisme dan soliditas yang tinggi dalam peningkatan kualitas pimpinan hotel di Bali menjadi kelas dunia untuk mendukung majunya kualitas destinasi.

“Selama ini yang menjadi fokus IHGMA adalah pengembangan sumber daya manusia dengan cara meningkatkan kompetensi dari anggota yang meliputi para general manager termasuk karyawannya,” kata Ketua DPD IHGMA Bali, Nyoman Astama saat The 4th IHGMA Bali Annual Gathering di Kuta, Badung beberapa waktu lalu. 

Selain itu juga membantu mengembangkan calon-calon insan pariwisata melalui mentorship program di beberapa SMK di Bali. Kedua, fokus ikut membantu pemerintah meningkatkan kualitas destinasi. “Hal ini kita buktikan dengan turut memberi masukan, sumbangan pemikiran terkait peningkatan kualitas destinasi kepada tim pembuatan Perda dan Pergub Bali melalui Disparda Bali,” katanya. 

Melalui penyelenggaraan agenda tahunan ini, DPD IHGMA Bali sebagai embrio pembentukan DPP IHGMA, berkomitmen meningkatkan solidaritas anggotanya, dan sekaligus mengapresiasi perusahaan-perusahaan di luar industri perhotelan yang tergabung dalam anggota asosiasi kepariwisataan. Kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya IHGMA melakukan promosi destinasi yang berkualitas.

“Bagaimana kita fokus melakukan promosi tentang destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan bisa kita terapkan. Kita juga berupaya untuk terus menerus meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Yang kita lakukan ini didasarkan atas motto kita, yaitu professionalism, integrity dan networking,” terang Astama.

Paiketan Krama Bali yang disampaikan Made Mendra Astawa juga mendukung IHGMA Bali dalam upaya ikut serta mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas melalui peningkatan SDM sebagai insan pariwisata.

Hal ini mengingat, selama 2 tahun IHGMA telah bekerja sama dengan Paiketan Krama Bali mendukung Suksma Bali yang mewarnai kebijakan Gubernur Bali terkait dengan sampah. “Kami dari Paiketan Krama Bali tetap menginginkan kerja sama berkelanjutan untuk bagaimana menjaga tanah Bali, budaya Bali dan manusia Bali ke depan melalui IHGMA dengan sumber daya manusianya,” ucapnya. 

Presiden ITTA Foundation, Panca Sarungu juga menyatakan hal senada bahwa ke depan akan lebih menekankan kepada sustainable tourism agar Bali menjadi lebih baik. “Kami memberikan penghargaan kepada perusahaan dan juga insan pariwisata yang memikirkan bagaimana Bali 20 tahun, 30 tahun dan bahkan 50 tahun ke depan,” tuturnya.

Ditambahkannya, menyikapi wabah virus Corona di Kota Wuhan Tiongkok yang memengaruhi industri pariwisata saat ini, pihaknya pun bersama IHGMA Bali berinisiatif membuat paket liburan. Kata dia bersama-sama dengan IHGMA Bali dan beberapa airline melakukan inisiatif untuk membuat paket khusus.

“Dimana, selain karena memang sekarang ini masa low season dan juga ada dampak yang luar biasa atas outbreak Corona, kami akan menggugah maskapai untuk membuat paket. Nanti akan dijual bersama-sama dengan agen atau dijual ke konsumen langsung bekerja sama dengan Asita, Astindo dan lainnya,” papar Panca.

Gathering IHGMA Bali yang ke-4 dirangkaikan pula dengan pelantikan pengurus DPC IHGMA Gianyar. Acara ini turut dihadiri Kadisparda Provinsi Bali dan Badung, asosiasi pariwisata Bali meliputi GIPI, PHRI, Asita, HPI, HILLSI dan lainnya.

Selain gathering, beberapa agenda tahunan penting IHGMA Bali yang segera akan digelar meliputi kongres daerah untuk melakukan pergantian kepengurusan. IHGMA Bali akan ikut berpartisipasi di ajang Food Hotel Tourism pada bulan April di Nusa Dua, dengan menggelar seminar yang melibatkan anggota IHGMA. 

Leave a Reply