IHGMA: Hotel Siapkan Strategi Gaet Wisatawan MotoGP

IHGMA.com – Gelaran MotoGP 2021 di NTB menjadi momen yang ditunggu-tunggu industri pariwisata, termasuk perhotelan. Dengan potensi kunjungan mencapai 200.000 orang per hari, kesempatan tersebut membuat pelaku usaha berlomba-lomba menyiapkan sekaligus meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang ada.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, Ernanda Agung Dewantoro, menerangkan dalam menyambut MotoGP 2021 hotel-hotel di NTB pasti akan melakukan pembenahan baik dari segi fasilitas, sumber daya manusia (SDM)maupun layanan. “Bagi hotel tentu itu bukan suatu masalah (untuk melakukan peningkatan) karena sudah menjadi rutinitas melayani tamu nusantara dan asing,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa, 10 Desember 2019 di Mataram.

Diterangkan Ernanda, hal paling mudah yang dapat dilakukan oleh industri hotel adalah mengemas pelayanan hotel sesuai dengan tema MotoGP. Hal tersebut akan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing hotel, mengingat insting bisnis yang dimiliki masing-masing pengelola dipastikan tidak akan melewatkan kesempatan emas tersebut.

“Mereka (hotel-hotel, red) pasti akan menyesuaikan, secara otomatis pasti merespon setiap prospek bisnis yang ada seperti halnya MotoGP,” ujar General Manager Golden Palace Hotel tersebut. Setiap hotel disebut akan menyiapkan strategi berbeda-beda tergantung manajemen untuk menyiapkan kebutuhan tamu-tamu MotoGP.

Terkait strategi itu, dicontohkan Ernanda seperti pembuatan menu makanan khusus untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan dari berbagai belahan dunia yang mungkin hadir. Selain itu, dekorasi hotel sesuai acara dan tema MotoGP juga menjadi salah satu yang bisa dilakukan.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, menerangkan bahwa setiap hotel pasti akan meningkatkan pelayanan menyambut gelaran MotoGP. Baik dari segi memperbanyak kamar, penyediaan promo dan lain-lain. “Memperbaiki pelayanan hotel dan promo (akan) menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu hotel. Apalagi fasilitas hotel (dibuat) semakin lengkap,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa, 10 Desember 2019.

Dengan meningkatkan pelayanan tersebut, maka secara tidak langsung akan meningkatkan okupansi secara cepat. Diterangkan Wolini penambahan kamar menjadi salah satu pilihan yang sangat mungkin dilakukan. Terlebih untuk meningkatkan kapasitas jumlah tamu yang menginap. Selain itu jumlah hotel di NTB secara umum juga disebut terus bertambah.

Berdasarkan catatan PHRI NTB dalam satu tahun terakhir setidaknya ada lebih dari lima hotel yang dibangun. Baik hotel bintang, non bintang, villa, maupun resort. Hal tersebut mengikuti minat investor untuk membangun hotel di NTB semakin meningkat, mengikuti perkembangan yang terjadi di NTB. Investasi itu sendiri disebut Wolini tidak hanya terbatas di daerah perkotaan, namun juga persaingan investasi terjadi hingga kawasan-kawasan yang memang menjadi daerah wisata sendiri. (suarantb)

Leave a Reply