IHGMA Persiapkan SDM Menghadapi Era 5G

IHGMA.com – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) sebagai komponen industri pariwisata harus mulai mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perkembangan jaringan mobile 5G.

“Berbeda dengan jaringan 4G, generasi baru ini diklaim bisa mencatat kecepatan hingga 10 kali lebih cepat dari 4G. Oleh sebab itu, jika tidak diimbangi dengan kemampuan SDM perhotelan maka akan menjadi bumerang ke depan,” kata  Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iwan Darmawan saat ditemui usai menghadiri acara Welcome Dinner IHGMA International Confex 2019 di El Royale Hotel Bandung, Minggu malam (24/11/2019).

Perusahaan Huawei berencana akan menerapkan teknologi 5G pada tahun 2020.

Pemberian penghargaan kepada peserta Confex IHGMA yang mengenakan busana daerah terbaik. Foto: adhi

“Pertanyaannya adalah apakah kita sudah siap. Jangan-jangan nanti keluhannya minta tutup lagi, seperti halnya perkembangan market place dan lainnya. Padahal ini adalah satu kenyataan yang terjadi karena 4G. Nanti 5G  lebih dahsyat lagi,semua gelombang radio akan bisa ditembus,” ujarnya.

Terkait era 5G ini,lanjut Iwan, sebaiknya pemerintah harus men-support pada aspek policy-nya, bagaimana sekarang supaya bisnis pariwisata itu juga terkena.

Makanya Smart Tourism itu harus menjadi backbone untuk pengambilan keputusan-keputusan pengembangan pariwisata. Misalnya, di 5G itu kan ada bagian-bagian yang tidak bisa ditembus oleh bisnis, dimana itu rananya government. Kalau semuanya lose, negara bisa bahaya,” tambahnya.

Ketua IHGMA DPD Jawa Barat Iwan Rismawardani ketika berada ditengah-tengah tamu yang menghadiri acara  welcome dinner Confex IHGMA di El Royale Hotel Bandung, Minggu (24/1/2019). Foto: adhi

Dalam mensikapi era 5G ini, tetap harus ada regulasi pemerintah pusat dan daerah karena disana ada masa transisi dari 4G,baik infrastrukturnya,mentalnya,SDM-nya dan yang lainnya.

“Kita bicara destinasi juga dalam kerangka ekosistem. Bicara alamnya,teknis dan manusianya. Ini yang harus dirapihkan. Kalau soal SDM itu kan 80 persen ada di industri. Disini, industri juga harus mau menyisihkan anggaran untuk penguatan SDM, termasuk era 5G nanti,” ujarnya.

Dikatakan Iwan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada pelaku industri di Jawa Barat untuk mendapatkan sertifikasi.

“Memang mahal, tetapi kalau sudah mendapatkan sertifikasi yang diuntungkan hotel itu sendiri. Sebut saja kita bicara  Meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE). Ada  gak SDM yang lebih unggul untuk menyiapkan MICE ini. Kurang ditempat kita. Ruang-ruang kosong inilah kita berharap kepada menteri pendidikan untuk bisa mengisi SDM pariwisata yang berkualitas,” tandasnya.

Dibagian lain acara Welcome Dinner IHGMA International Confex 2019 berlangsung cukup meriah dan penuh keakraban. Ratusan General Manager Hotel dari berbagai pelosok Indonesia tampak dengan hangat saling menyapa.

Panitia juga menyediakan santap malam dengan berbagai menu. Ditampilkan juga beberapa pertunjukan kesenian Jawa Barat.

Ketua IHGMA DPD Jawa Barat Iwan Rismawardani dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang diwakili  Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Iwan Darmawan yang bisa hadir ditengah-tengah peserta Confex IHGMA.

(je)

Leave a Reply