IHGMA Sumut Pusatkan Pengembangkan SDM Perhotelan

MEDAN, IHGMA.com – Organisasi General Manager Hotel , Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Sumatra Utara fokus pada pengembangan SDM perhotelan, baik di Kota Medan maupun di kabupaten/kota. Hal ini disampaikan Ketua IHGMA DPD Sumut, Ahcmad Zulham, Kamis malam (28/11) seusai acara pelantikan IHGMA DPD Sumut yang dipimpinnya, di Ballroom Wing Hotel Kuala Namu Deli Serdang.

“Kita berpusat pada pengembangan SDM. Pengembangan ini dibekali dan didilengkapi dengan data base, yang lengkap dari ajang hopiltality. Jadi untuk terjun ke lapangan, siapapun yang tejun dia sudah membawa modul yang sama,” terangnya.

Di sisi lain, ia mengemukakan bahwa virtual management juga sebuah tantangan bagi industri hotel di Sumut karena kekurangan perhotelan di daerah belum tersentuh oleh teknologi. “Sementara sekarang era 4.0 ini kan mengharuskan hotel itu harus bisa menjual secara online. Nah ,ketidak tahuan mereka akan teknologi inilah yang membuat celah masuk virtua management online. Bukan online travel agent ya, beda. Virtual management online ,” ungkap Zulham.

Menurutnya, sebenarnya virtual management bukanlah sebuah masalah , tinggal lagi berangkat dari keinginan untuk bisa memaksimalkan pendapatan dari sang pemilik hotel. Ia mengibaratkan adopsi sistem di bintang lima untuk bisa dipakai hotel kecil yang non bintang.

”Cara hotel bintang lima jualan, cara memasarkan kamar, itu yang kita adopsi. Sehingga mereka bisa punya kesempatan uang sama unutk menjual hotel,” paparnya.

Pengurus IHGMA DPD Sumatera Utara dilantik oleh Ketua Umum IHGMA DPP Nasional diwakili Kabid kelembagaan Braja Eka Sukma dan dihadiri antara lain Kadis Pariwisata Provsu diwakili Martina Silaban, 6 DPC IHGMA serta 57 anggota dari 64 anggota DPD IHGMA Sumut.

Sementara itu, GM Tiara Bunga Hotel Balige, Rosita Silalahi, mengatakan pihaknya dipercaya DPD IHGMA Sumut untuk membentuk DPC IHGMA di Tobasa, Humbanghas dan Tapauli Utara. Rencana Januari akan lantik pengurus di sana. Selama ini belum ada.

Rosita menyebutkan, salah satu kendala yang dihadapi di daerah tersebut di atas adalah susahnya mendapatkan SDM industri hotel.

“Jika dia sudah punya keahlian, mereka lebih memilih untuk bekerja di kota, ke luar negeri atau ke kapal pesiar. Biasanya jika ada latihan setelah mendapatkan sertifikat mereka akan pergi keluar dari Tobasa. Yang tersisa di sana lulusan SMA .

”Yang SMA inilah nanti kita bina bagaimana supaya mereka qualified bekerja di hotel. Walaupun lulusan SMA nanti bisa bekerja di hotel.

Ia menyebutkan peran serta hingga standar pelayanannya sama dan sesuai harapan dari IHGMA.

Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana saat dalam sambutannya menyatakan , dibutuhkan 2,25 juta tenaga kerja baru di dunia pariwisata sampai tahun 2024. Untuk itu ia berharap setiap GM berkenan melakukan duplikasi untuk menciptakan GM GM baru dalam mengisi kebutuhan GM di industri yang sedang berkembang pesat

Ia juga mengingatkan ada rencana pelatihan massif di Sumut untuk industri pariwisata dari Kemenpar pada 2020-2023 sehubungan dikucurkannya dana dari World bank ke destinasi prioritas yang salah satunya adalah Danau Toba. Untuk itu ia mengharap semua terlibat di dalamnya.

Pihaknya juga secara intens bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja, mulai dari perekrutan hingga uji kepada tenaga kerja dalam rangka menjawab tuntutan kualitas tenaga kerja pada era revolusi 4.0.”Kita semua, diharapkan telribat aktif dalam proses itu,” harap Denny.

Leave a Reply