IHGMA: Sustainable Tourism paling cocok untuk dikembangkan

BANDUNG, IHGMA.com — Pariwisata di Indonesia digadang-gadang menjadi satu sektor ‘penyelamat’ ekonomi negara atau sebagai motor penggenjot devisa.

Dampak multiplier effect yang muncul dari kehadiran wisatawan asing maupun lokal di suatu daerah diharapkan dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi lokal hingga nasional. Namun, konsep pariwisata seperti apa yang dinilai paling pas untuk dikembangkan Indonesia.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA), I Made Ramia Adnyana mengatakan, saat ini konsep sustainable tourism alias pariwisata berkelanjutan dinilai sebagai yang paling cocok untuk dikembangkan negara.

UNESCO mendefinisikan pariwisata berkelanjutan sebagai pariwisata yang menghormati masyarakat lokal dan para pelancong, serta warisan budaya dan lingkungan yang ada di lokasi tersebut.

Tujuan dari pariwisata berkelanjutan adalah untuk memberi para wisatawan pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus juga mendidik, lagi bermanfaat bagi orang-orang di negara atau lokasi yang dikunjungi.

Dengan keberagaman budaya dan kekayaan alam yang ada di Indonesia, I Made menilai konsep ini perlu diterapkan di Indonesia agar kekayaan dan keragaman tersebut dapat terus terjaga hingga ke generasi selanjutnya. Kekayaan tersebut dianggap sebagai keunggulan Indonesia di mata wisatawan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, konsep ini harus dilaksanakan di Indonesia. Kita harus berpikir bagaimana menjaga alam dan kekayaan adat istiadat yang unik dan luar biasa ini. Ini adalah aset terbesar yang dimiliki Indonesia,” ungkapnya ketika ditemui di hotel El Royale Bandung, Senin (25/11/2019). “Kekayaan adat dan alam ini adalah keunggulan komparatif kita secara global. Di tempat lain belum tentu ada.

Kalau ini rusak, mau bagaimana,” tambahnya. Dia berharap seluruh sektor penggerak pariwisata di Indonesia dapat mulai merubah paradigma masing-masing untuk mulai memprioritaskan kelestarian alam dan budaya. Hal ini, selain untuk menjaga keutuhan lingkungan, juga dinilai akan berdampak besar pada tingkat kebahagiaan para turis hingga masyarakat setempat.

“Kita harus bicara jangka panjang, sehingga jangan sampai pariwisata merusak alam. Seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat. Tujuan pariwisata adalah kebahagiaan, sektor pariwisata kita harus berubah ke arah sana,” jelasnya.

Leave a Reply