Ini Beda Tarif Vila dan Villa di Jalur Puncak

BOGOR, IHGMA.com – Melintas di kawasan jalur Puncak memang sering terlihat tulisan untuk penginapan Vila dan Villa. Keduanya mirip, tapi bedanya adalah soal pelayanan. Kalau memakai tulisan Vila, adalah penginapan biasa, sedangkan Villa (huruf L dua) adalah penginapan dengan layanan plus-plus.

Kalau Vila, adalah penginapaan dengan laynan biasa, tanpa ada plus-plus, tanpa esek-esek. Vila untuk liburan keluarga, bisa ramai-ramai bersama keluarga. Sedangkan villa untuk yang sendirian dengan layanan plus-plus.

“Tapi kalau Villa (L nya dua), penawaran pijat plus-plus. Ada paketnya pijat plus-plus. Yang menawarkan itu ya calo di pinggir jalan pakai santer dan topi kupluk,” ujarnya.

Satu pria, calo penawar Villa di jalur Puncak Bogor, biasa memegang 5 hingga 10 Villa. Dari villa itu, mereka rata-rata menjalankan bisnis esek-esek.

“Kalau sewa di Villa ini, pengunjung hanya tinggal memilih wanita mana yang akan diajak berkencan. Penghuni tinggal lihat foto ceweknya, lalu diantarkan,”kata Rasyid, penjaga Villa di Cipayung Datar.

Bisnis esek-esek di Villa di Puncak bukan rahasia lagi. Maka tak heran, jika setiap pekan atau hari libur bahkan hari biasa, kebutuhan kondom dikawasan wisata ini sangat tinggi.

“Kalo bisnis seperti ini di Villa,  bukan menjadi rahasia lagi. Permintaan cewek itu dari penghuni. Kami menyediakan saja. Kalau yang nyewa nggak mau cewek, kami nggak maksa,” tuturnya.

Kebutuhan layanan tambahan yang tinggi dari pengunjung, Dn 38, salah satu penjaga Villa di Cibogo mengaku, ia harus menyediakan stok alat pengaman (kondom) setiap minggunya.

Soal harga, untuk Villa sangat murah yakni kisaran Rp 250 ribu/malam. Namun untuk tarif cewek, bervariasi. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta short time.

“Harga cewek plus-plus variasi tergantung usia. Kalau masih muda, tarifnya tinggi. Masih segar kan jadi banyak yang milih,” katanya menjelaskan. (poskotanews)

Leave a Reply