Karantina Mandiri di Shangri-La Hotel dan Fairmont Jakarta, Ini Biayanya

Fairmont Jakarta(FAIRMONT JAKARTA)

ihgma.com – Banyak hotel-hotel di Jakarta yang kini menawarkan paket karantina mandiri bagi para pendatang dari luar Indonesia ke Jakarta.

Hotel-hotel tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Melansir Kompas Jumat (22/1), serta tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainibility (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menawarkan paket karantina mandiri atau karantina tersebut.

Hotel-hotel tersebut hanya menerima pendatang dari luar negeri yang sudah memegang hasil bukti negatif Covid-19 RT-PCR saat kedatangan ke Indonesia. Hotel-hotel ini sama sekali tidak menerima pasien positif Covid-19 yang melakukan karantina mandiri.

Fairmont Jakarta

Salah satu hotel yang telah tersertifikasi CHSE adalah Fairmont Jakarta. Selain tersertifikasi CHSE, Fairmont juga telah tersertifikasi ALLSAFE dari Accor. Para pendatang bisa melakukan karantina mandiri selama lima hari di Fairmont Jakarta.

Berikut ini rincian paket karantina mandiri Fairmont Jakarta beserta harganya

Fairmont Room (49 m2)

  • Bed & Breakfast: Rp 1,9 juta
  • Full board (3x meals): Rp 2,5 juta

Deluxe Room (69 m2)

  • Bed & Breakfast: Rp 2 juta
  • Full board (3x meals): Rp 2,6 juta

Fairmont Suite (113 m2)

  • Bed & Breakfast: Rp 2,9 juta
  • Full board (3x meals): Rp 3,5 juta

Paket termasuk:

Laundry komplementer tiga potong baju per hari (tidak bisa diakumulasikan). Harga tersebut berlaku untuk minimal menginap selama lima malam.

Bagi seluruh tamu karantina wajib melakukan dua kali tes PCR di klinik yang telah ditunjuk pemerintah sebelum keberangkatan. Hotel akan mengatur tes PCR wajib tersebut dengan tambahan harga Rp 1,2 juta per orang per tes.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Ajeng Lazuardini ajeng.lazuardini@fairmont.com +628159159242.

Kamar di Hotel Shangri-La Jakarta. (Dok.Shangri-La Jakarta)

Shangri-La Hotel

Sementara untuk Shangri-La Hotel, telah disetujui oleh BNPB dan PHRI sebagai alternatif lokasi karantina mandiri bagi para pendatang ke Jakarta. Shangri-La Hotel juga sudah tersertifikasi CHSE.

“Shangri-La Hotel Jakarta hanya menerima tamu karantina untuk warga negara asing dari international arrival yang membawa hasil PCR negatif yang berlaku 2 atau 3×24 jam dari masa arrival,” kata Director of Communications Shangri-La Hotel Jakarta Debby Setiawaty pada Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Harga paket karantina mandiri tersebut adalah Rp 1,8 juta per malam. Berupa kamar jenis Deluxe Room dengan kelengkapan termasuk:

  • Kotak sarapan, makan siang, dan makan malam dikirimkan ke kamar.
  • Wi-Fi gratis dan akses internet broadband di semua kamar tamu serta suite.
  • Laundry tiga potong baju per hari per kamar.

Syarat dan ketentuan:

  • Periode karantina mandiri di hotel adalah 6 hari 5 malam. Tamu karantina tidak dapat meninggalkan kamar dalam periode tersebut.
  • Harga tersebut berlaku untuk satu atau dua orang di dalam kamar.
  • Tambahan orang yang tinggal di kamar akan dikenakan biaya Rp 750.000 net per malam per orang.
  • Selama karantina, tamu tidak diperbolehkan keluar dari kamar.
  • Semua pesanan room service, permintaan tamu, laundry, dan layanan lain akan dikirimkan ke depan pintu kamar tanpa kontak. Tamu bisa menghubungi Service Centre dengan ekstensi 0 atau operator hotel, kapan pun butuh bantuan.
  • Sampah dan baju kotor harus diletakkan di depan pintu kamar.
  • Harga termasuk 10 persen biaya layanan dan pajak pemerintah yang berlaku.

“Tamu karantina tidak dapat meninggalkan kamar selama lima hari masa karantina. Dan tidak ada kontak langsung antara karyawan hotel dan tamu. Lantai karantina pun kami pisah dari tamu yang lain,” papar Debby.

Beberapa syarat dan ketentuan lainnya yakni saat check in, tamu akan diminta untuk mengisi form agreement yang telah disiapkan pemerintah. Dalam form tersebut, tamu harus menyanggupi protokol kesehatan yang diterapkan selama menginap di hotel.

Tamu juga harus melakukan dua kali tes PCR wajib sebelum menerima surat keterangan bersih dari pemerintah. Biaya tes PCR tersebut adalah Rp 1 juta net per tes.

Tamu nantinya akan dites pada saat kedatangan dan sebelum pulang dari hotel. Biaya kedua tes tersebut akan dibebankan pada tamu.

“Sebelum meninggalkan hotel mereka juga akan diberikan surat rilis form dari pemerintah yang menyatakan kalau orang tersebut sudah boleh keluar hotel,” pungkas dia.

Leave a Reply