Kebahagiaan Mereka Terpancar Saat IHGMA Hadir

BANDUNG, IHGMA.com – Puluhan penghuni Panti Sosial Tresna Wreda Budi Pertiwi (PSTW) di Jalan Sancang No 2 Kota Bandung,Sabtu (20/4/2019) pagi terlihat sumringah. Raut wajah mereka memancar penuh kebahagiaan. Satu persatu dengan tertib duduk dibangku yang telah dipersiapkan seperti dilansir dari Jelajahnusae.com.

Mengenakan seragam batik motif hitam putih para wanita yang berusia rata-rata 70 tahun ini tak henti mengucapkan terima kasih. Senyum mereka mengembang ketika beberapa panitia membagikan makanan ringan dan beberapa cinderatamata.

Adalah Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Barat,pagi itu,menggelar Bakti Sosial Berbagi Bahagia di Hari Jadi ke-3.

Hampir seluruh  seluruh GM anggota IHGMA hadir dalam kesempatan berbagi kebahagiaan tersebut.

Acara ini menjadi istimewa karena Presiden IHGMA Wisnu Al-Bataafi menyempatkan hadir ditengah kesibukannya di Jakarta.

“Kumaha,daramang,” sapa Wisnu saat membuka sambutan. Pertanyaan tersebut langsung dijawab antusias,”Alhamdullilah…,”

Wisnu pun menyampaikan rasa bahagia karena bisa ikut bergabung dalam acara Berbagi Bahagia di hari jadi IHGMA ke-3 di Bandung.


Presiden IHGMA Wisnu Al-Bataafi memberikan potongan nasi tumeng kepada salah satu penghuni panti,didampingi Ketua IHGMA Jawa Barat Iwan Rismawardhani. Foto:Jalajah Nusae/adhi

“Dihadapan ibu-ibu ini,saya menjadi teringat kakek dan nenek saya di Madiun. Kakek dan nenek saya itu berusia sampai 102 tahun. Sampai di usia 80 tahun mereka masih ada di sawah. Terus,saya tanya apa sih resepnya bisa umur panjang. Mereka jawab,menjaga makanan,seperti sayur-sayuran dan istirahat cukup. Jangan banyak nonton televisi,” kata Wisnu.

Soal makanan,lanjut Wisnu, kakek dan neneknya berpesan supaya hindari makanan “kotak”. Maksudnya, makanan cepat saji seperti yang banyak dijual sekarang, seperti  kentucky fried chicken dan sejenisnya.

“Jadi beliau makannya daun-daunan…,” ujar Wisnu yang dipotong salah satu penghuni panti,”Makan peda….” Kontan seisi ruangan acara pun bergemuruh karena tak kuasa menahan tawa.

Diakui Wisnu acara yang digelar IHGMA Jabar memiliki ke-khasan sendiri yakni berkumpul dengan para lansia sehingga ia pun memutuskan untuk bergabung.

“Kemarin saya dari cari Jakarta cari tiket susah sekali. Tapi alhamdullilah dapat sehingga bisa ada disini. Jujur, saya dapat undangan dari mana-mana karena pada waktu bersamaan seluruh IHGMA se-Indonesia juga sedang menggelar acara serupa yakni merayakan HUT IHGMA di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu Pimpinan Panti Sosial Tresna Wreda Budi Pertiwi Yanti menyatakan ucapan terima kasih kepada anggota dan pengurus IHGMA yang telah berkenan berbagi kebahagiaan bersama penghuni  PSTW.


Ketua IHGMA Jawa Barat Iwan Rismawardhani saat memberikan sambutan. Foto:adhi

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan dari mereka (para wanita lanjut usia) adalah perhatian. Sehingga dengan kehadiran IHGMA telah membuat mereka menjadi bahagian karena seperti kembali berkumpul dengan putra-putrinya.

“Perhatian dan kasih sayang. Inilah yang dirindukan mereka,”lanjut Yanti.

Para penghuni PSTW Budi Pertiwi diberikan fasilitas gratis. Tidak dipungut biaya. Mereka datang dari berbagai daerah. Bahkan ada yang dari Cirebon.

Panti ini berdiri sejak tahun 1948. Salah satu kenangan yang terlihat di dinding aula tempat sering dilakukannya acara adalah foto  presiden pertama Indonesia Soekarno pernah berkunjung saat berkunjung di PSTW Budi Pertiwi.

Pada acara yang digelar IHGMA Jabar itu tampak penuh kebahagiaan. Terlebih kepiawaian MC Andri Andri N, General Manager at favehotel Braga dalam memandu acara.

Sebelumnya dalam pembukaan acara Ketua DPD IHGMA Jawa Barat Iwan Rismawardani mengatakan, sudah menjadi acara rutin bagi IHGMA Jawa Barat selalu memperingati hari jadi dengan melakukan kegiatan sosial seperti santunan kepada panti sosial, anak yatim, donor darah, dan lain lain.

“Kali ini, kita ingin berbagi kebahagiaan kepada saudara saudara kita di Panti Sosial Tresna Wreda Buti Pertiwi. Alhamdulillah, donasi berlimpah mulai dari makanan, tumpeng, bahan pokok, towel hingga sumbangan dalam berbentuk uang,” kata Iwan.

Leave a Reply