Kemenparekraf: Konsultan Asing yang Susun Strategi Pariwisata Bekerja 10 Minggu

Ilustrasi wisatawan memakai masker dan menjaga jarak. Dok. Kementerian Pariwisata

ihgma.com – Juru Bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Prabunindya Revta Revolusi mengatakan konsultan asing yang digandeng untuk menyusun strategi wisata memiliki masa kerja sepuluh pekan. Konsultan tersebut akan membuat outline kajian strategis pariwisata pasca-pandemi.

“Konsultan asing ditunjuk sepuluh minggu yang lalu dan pekan ini seharusnya mereka sudah melaporkan hasilnya,” ujar Prabu saat dihubungi Tempo, Ahad, 29 November 2020.

Prabu menjelaskan, Kementerian membutuhkan bantuan dari konsultan asing lantaran pemerintah harus memiliki data untuk mengetahui tren tingkah laku wisatawan secara global. Data tersebut dimiliki oleh konsultan yang pernah menyusun strategi wisata di negara lain seperti dilansir Tempo Senin (30/11).

Dari hasil kajian tersebut, Kementerian akan menyusun atraksi dan agenda wisata yang cocok dengan perilaku wisatawan berdasarkan rekomendasi konsultan. “Ini momentum agar pariwisata kita lebih bagus dari negara sekitar (kompetitor),” ucapnya.

Prabu mengklaim penunjukan konsultan asing sesuai dengan prosedur, yakni melalui lelang dan diawasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Di masa pandemi, ujar dia, pemerintah bisa mempercepat proses lelang untuk program yang sifatnya mendesak.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sebelumnya mengatakan telah menggandeng konsultan asing dalam menyusun strategi pariwisata. Konsultan tersebut bernaung di bawah perusahaan Roland Berger, yang diklaim telah menangani beberapa negara.

“Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), kami telah meng-hire sebuah konsultan yang telah menangani Vietnam, Thailand, dan Dubai untuk membantu melakukan strategi-strategi,” tutur Wishnutama dalam rapat koordinasi yang ditayangkan secara virtual, Jumat, 27 November 2020.

Wishnutama menjelaskan, konsultan asing ini telah terbiasa menangani potensi-potensi wisata. Termasuk, kata dia, konsultan akan mendorong kemampuan masyarakat lokal untuk menghasilkan produk-produk UMKM.

Menurut dia, sektor pariwisata perlu memperoleh dukungan untuk menyiasati dampak ekonomi akibat Covid-19. Setelah menggandeng konsultan, pada tahun depan, Kementerian akan mengubah konsep pariwisata dari wisata masif ke wisata berkualitas.

Sebab dengan angka kunjungan wisatawan asing pada 2019 yang mencapai 16 juta, devisa yang didapatkan belum terlampau optimal. Angka tingkat kunjungan pun masih kalah dengan negara tetangga, seperti Singapura.

“Devisa yang dihasilkan Singapura itu US$ 27 juta, negara sebesar Pulau Samosir punya (angka kunjungan) 18 juta dengan devisa tersebut,” katanya.

Wishnutama berharap Indonesia belajar dari Australia. Dengan tingkat kunjungan wisatawan sebesar 10 juta, Negeri Kanguru bisa menghasilkan devisa US$ 45 juta per tahun. “Artinya ini quality tourism, jadi kami mencoba shifting strategi yang punya konsekuensi yang cukup banyak,” ucapnya.

Leave a Reply