Layanan Hotel Banyak Berubah Saat New Normal, Apa Saja?

Ihgma.com – Industri pariwisata termasuk di Bali mulai bersiap-siap dalam menyambut skema new normal yang rencananya akan diterapkan pemerintah pusat. Sejumlah pengetatan protokol kesehatan sudah mulai disusun, termasuk merombak maupun menambahkan standard operating procedure (SOP) lama dan mereformasinya ke SOP baru di bisnis perhotelan.

SOP tersebut mengatur secara beruntun, mulai dari kedatangan wisatawan di bandara, perpindahan tamu ke hotel hingga akhirnya masuk ke tiap kamar masing-masing. Selain itu, diperlukan juga surat keterangan bebas Covid-19 yang memastikan wisatawan tersebut terhindar dari virus Covid-19.

“Dari baru datang di entrance, dicek suhu tubuh, harus cuci tangan dengan sabun, disediakan disinfektan, masuk harus pakai masker. Dan kontak seminimal mungkin. Nanti tamu nggak lama stay di lobi lagi, tapi lebih personalize, langsung ke kamar. Diproses standar CHS atau Cleaning and Hygiene Services. Proses automisasi supaya hilang virus dan bakteri mati,” kata Ketua Umum DPP Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali I Made Ramia Adnyana kepada CNBC Indonesia, Rabu (27/5).

Selain itu, akan diatur juga manajemen keramaian. Di mana dari aturan yang berlaku, rencananya kapasitas yang akan digunakan 50% dari kapasitas maksimum. Tujuannya agar menghindari potensi penumpukan dari hotel maupun restoran yang ada di Bali.

“Termasuk untuk sementara sistem buffet (tempat saji makanan) akan nggak ada. Karena disinyalir ketika buffet maka akan susah mengatur droplet. Orang tiba-tiba batuk ke makanan kan bisa aja. Kemudian kita semua lengkapi masker dan gloves. selama kerja harus gunakan ini dan sekali pakai,” ungkap Ramia.

Ketua Umum IHGMA Arya Pering Arimbawa menyebut, SOP yang diterapkan dalam industri pariwisata akan menjadi satu ekosistem. Selain hotel, ada restoran yang biasanya ada di lingkungan sekitar. Itu juga perlu diatur secara lebih detil sesuai protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Proses ini sudah akan diterapkan, termasuk restoran dengan jumlah kursi yang dikurangi. Kemudian sebagian besar udah mulai lakukan pengorderan lewat QR sistem. Jadi minimalisir komunikasi antara pihak tamu dan pekerja,” paparnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (27/5).(cnbc)

Leave a Reply