Liburan ke Abu Dhabi, Turis Harus Pakai Gelang Karantina

Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (SHUTTERSTOCK/LUCIANO MORTULA-LGM)

ihgma.com – Maskapai penerbangan Etihad Airways mengumumkan bahwa penumpang yang tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), kini harus memakai gelang elektronik.

Melansir Kompas.com Kamis (24/9) dari  Lonely Planet gelang elektronik tersebut untuk memastikan aturan karantina secara ketat diikuti untuk mencegah wabah makin merebak.

Para penumpang telah diwajibkan melakukan tes Covid-19, 96 jam sebelum waktu keberangkatan kemana pun tujuan mereka.

Saat turun di bandara, para pelancong akan melalui sensor suhu tubuh dan dites Covid-19. Selanjutnya, mereka harus dikarantina 14 hari dan wajib memakai gelang yang diberikan petugas di bandara.

Sama seperti negara lain, UEA sedang mengalami gelombang kedua kasus Covid-19 setelah mengalami penurunan jumlah kasus selama beberapa bulan belakangan.

Meski begitu, angka kematian di sana tetap jauh lebih rendah dibandingkan April dan Mei saat wabah sedang berada di puncaknya.

UEA mencatat jumlah kasus harian baru tertinggi selama pandemi pada 12 September 2020. Negara tersebut telah memperkenalkan sejumlah cara inovatif.

Cara-cara tersebut dilakukan untuk menekan virus Covid-19 di bandara-bandara internasionalnya yang sempat menjadi bandara tersibuk di dunia.

Pada Agustus, anjing-anjing yang dilatih khusus diturunkan di bandara Dubai untuk mendeteksi Covid-19 pada penumpang.

Jika ada penumpang Etihad yang didiagnosis dengan virus Covid-19, maskapai penerbangan tersebut berjanji akan menanggung biaya mereka.

Beberapa tempat lain di seluruh dunia telah menerapkan atau sedang mempertimbangkan teknologi geolokasi serupa.

Singapura, misalnya. Seluruh kedatangan di sana sejak pertengahan Agustus telah diwajibkan untuk menggunakan alat pemantau elektronik.

Sementara itu, Hawaii sedang mempertimbangkan apakah mereka akan mengizinkan wisatawan untuk melakukan karantina di resort bubbles sembari dilengkapi alat pelacak.

Leave a Reply