Lokasi Agro Expo Destinasi Wisata Baru Banyuwangi di Lereng Ijen

BANYUWANGI, IHGMA.com – Destinasi wisata baru di Banyuwangi rupanya menjadi favorit para wisatawan yang berkunjung di kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa itu. Agro Expo 2019 yang menyulap lahan tandus menjadi kebun bunga dan buah-buahan itu per hari didatangi sekitar 9 ribu pengunjung.

Pemkab Banyuwangi bakal menetapkan destinasi baru itu menjadi kebun bunga dan buah secara permanen.

Sejak empat bulan yang lalu, lahan seluas 10 hektare itu disulap menjadi kebun berbagai tanaman hasil pertanian asli Banyuwangi. Dengan mengangkat tema creative agriculture, agro expo menawarkan konsep miniatur pertanian Banyuwangi secara utuh yang digelar selama satu minggu.

“Event ini sebelumnya nyewa lahan di kota. Tapi kita melakukan inovasi untuk menyulap lahan milik Pemkab Banyuwangi yang gersang menjadi destinasi. Pertama kita mikir hanya seminggu. Tapi karena antusiasme masyarakat dan wisatawan kita akan tetapkan menjadi kebun bunga dan buah dilokasi ini,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat melakukan kunjungan di Agro Expo, di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Selasa (30/4/2019).

Nantinya, kata Anas, Dinas Pertanian Banyuwangi akan melengkapi potensi pertanian khas Banyuwangi. Dengan tema creative agriculture, beragam aneka tanaman pertanian unggulan daerah mulai hortikultural, tanaman pangan, perkebunan hingga peternakan ditampilkan di ajang ini.

Tidak hanya itu, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan spot-spot untuk berswafoto dengan latar belakang hamparan bunga yang instagrammable. Yakni dengan miniatur pedesaan di lereng Pegunungan Ijen. Tak hanya itu, nantinya juga akan disediakan camping ground sebagai lahan untuk destinasi nomadic tourism, bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Ijen.

“Nanti buah dan bunga khas Banyuwangi akan kita tanam di sini. Kita sediakan camping ground untuk destinasi nomadic tourism. Namun syaratnya tenda tidak boleh pakai terpal. Minimal kita akan buatkan atau kita sediakan bahan yang ramah lingkungan,” imbuhnya.

Agro Expo 2019 ini, kata Anas, juga menjadi tempat untuk menempa para penyuluh pertanian sebagai laboratorium untuk pengembangan ilmu mereka sebelum terjun ke lapangan. Sehingga program-program pertanian Banyuwangi bisa lebih meningkat lagi.

Pada tahun ini, Agro Expo 2019 dibuat semenarik mungkin dengan dibagi beberapa zona. Diantaranya, zona bunga, zona holtikultura, zona peternakan, zona pangan dan zona perkebunan. Banyuwangi Agro Expo sengaja digelar di area lahan lereng Pegunungan Ijen. Yakni dengan menggunakan media sawah serta produk yang dipamerkan ditanam di tempat secara langsung.

Beragam aneka tanaman pertanian unggulan daerah serta hasil olahannya ditampilkan pada ajang ini. Selain itu, aneka tanaman dan buah eksotis juga dipamerkan dalam Agro Expo tersebut. Mulai dari padi hitam, durian merah, nangka merah serta semangka kuning dan kuning non biji.

Selain edukasi pertanian, di tempat itu juga ada hamparan bunga-bunga cantik warna-warni yang cocok menjadi spot selfie Instagrammable. Salah satunya bunga Selusia atau masyarakat lokal sering menyebut bunga api. Di mana ada empat warna yang ditampilkan, di antaranya kuning, pink, merah tua dan merah biasa.

“Wisata agro di sini memang jarang ada di Banyuwangi biasanya adanya hanya sekali kalau ada Agro Expo. Kita juga bisa menemui tempat ini di Malang. Harapan saya seterusnya dan bisa ke sini berkali-kali. Iya favorit instragammable abis,” ujar Eny, salah satu pengujung Agro Expo.

Banyuwangi Agro Expo sudah ketiga kali digelar oleh Pemkab Banyuwangi dan menjadi agenda tahunan dari Banyuwangi Festival. Kegiatan ini juga merupakan etalase showroom pertanian yang bertujuan untuk mempromosikan produk-produk pertanian yang ada di seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.
(detik)

Leave a Reply