Makin Ngeri Ada Klaster Covid di Hotel, Pengusaha Buka Suara

Foto: Jakarta (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, ihgma.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait hotel yang kabarnya menjadi klaster baru penularan Covid-19. Klaster covid-19 di hotel jadi zona baru setelah klaster perkantoran, pemukiman, dan keluarga.

“Saya selidiki dulu, belum ada laporan, ada 3 hotel, belum tahu di daerah mana saja,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah PHRI di Jakarta, Krishnadi, Kamis (24/9/2020).

Meski belum mengetahui lokasi pasti di mana hotel yang dimaksud, pihaknya sudah melakukan antisipasi terkait bagaimana protokol kesehatan yang berlaku di hotel-hotel. Ia menegaskan bagi tamu yang berkunjung akan lebih diperketat protokol kesehatan.

“Kalau kemarin ada yang tertular berarti kendor protokolnya. Sedangkan yang disewa, itu kan sudah ada standar lagi. Bahkan kalau sudah ditentukan sebagai tempat isolasi, protokol lebih ketat lagi,” katanya.

“Benar-benar protokol kesehatan diperketat, konsisten. Lalu, karyawan sendiri dites secara berkala untuk get away dari covid-19,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 menemukan penularan virus corona (Covid-19) di hotel, meskipun okupansinya saat ini tergolong kecil. Tak heran ini mulai menjadi perhatian Satgas Covid-19, sebab tak ada kasus ini sebelumnya seperti dilansir CNBCIndonesia Kamis (24/9).

“Kami mulai menemukan klaster baru yang sebelumnya tidak ada, seperti klaster hotel yakni ada 3 kasus,” ujar Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah.

Dia menjelaskan ada 3 kasus positif Covid-19 yang ditemukan yang berhubungan dengan kontak di sebuah hotel. “Ini masih dalam penyelidikan, namun memang telah muncul tempat-tempat penularan baru yang sebelumnya tidak ada,” katanya.

Hotel Jadi Tempat Isolasi

Di tengah adanya laporan klaster covid-19 di hotel, secara bersamaan hotel pun sedang disiapkan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien covid-19. Setidaknya sudah ada 30 hotel yang mengajukan diri kepada pemerintah untuk tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Upaya ini untuk tetap menjaga keberlangsungan bisnis hotel di tengah pandemi dan membantu dukungan tempat tidur untuk keperluan isolasi.

Krishandi mengatakan saat ini sedang ditentukan apakah ke-30 hotel tersebut lolos atau tidak sebagai lokasi isolasi mandiri.

“Setelah dia ditunjuk, kewenangan untuk hotel disewa dulu, sangat tergantung variable, penuh tidaknya RS dan wisma atlet. Kalau RS wisma atlet masih bisa akomodir, hotel tak jadi disewa,” katanya.

Selanjutnya terkait dengan keamanan, pihaknya akan terus menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, diberitakan sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 menemukan adanya klaster baru yang berasal dari perhotelan.

“Sedangkan yang disewa, itu kan sudah ada standar lagi. Bahkan kalau sudah ditentukan untuk isolasi mandiri, protokol lebih ketat lagi,” katanya menambahkan.

Pihaknya selalu mengingatkan seluruh karyawan hotel agar tetap waspada dan berhati-hati. Terkait dengan klaster keluarga, dia mengingatkan bagaimana tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya menjaga jarak setelah kembali ke rumah saat selesai bekerja.

“Karyawan hotel, masuk rumah sehabis bekerja naik transportasi umum dari hotel, masih kumpul dengan bebas buka masker, nah ini bahaya. meski 1 keluarga, tetap jaga jarak sosial,” terangnya.

Leave a Reply