Managing “CHANGE”

BALI, IHGMA.com – Sahabat, ada salah satu teman kita (demi etika namanya tidak saya sebutkan) menghubungi saya (lumayan sering) untuk minta bertemu dan dibantu untuk mentoring bagaimana agar bisa sukses dalam memimpin sebuah team. Karena kesibukan dan lain-lain, akhirnya pertemuan itu terjadi setelah menunggu 2 bulan, itupun tidak sengaja karena kami bertemunya saat penyelenggaraan event di Ubud baru-baru ini.

Intinya; saya dapatkan yang bersangkutan memiliki ambisi yang tinggi untuk cita-cita nya di industri perhotelan. Ada 2 hotel yang dia sudah handle di Bali, setelah saya amati Beliau ini ada masalah dalam mengelola perubahan, mengajak seluruh tim berubah ke arah yang lebih baik tentunya. Kita mengenalnya sebagai “Managing Change” dalam seni manajemen perusahaan. Banyak dari kita memimpin sebuah tim hanya berpatokan pada POAC (diplesetin jadi Poaaaakkk hahaaa…) yaitu Planning-Organizing-Actuating-Controlling.. apa ini salah?? No! Tidak salah sama sekali, memang itu sangat lumrah diterapkan. Namun, dengan mempertimbangkan aspek company culture, qualification of existing team, target analysis, competitions dan lainnya; langkah pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengelola suatu perubahan sehingga program yang akan diterapkan dapat berjalan dengan baik. Bukan hanya hasrat dan ambisi untuk “merubah ke gaya dan tujuan kita”, namun lebih detail dan konkrit dengan “mengelola perubahan yang ingin diharapkan”.

Ini bagus sekali untuk rekan2 yang memulai tugas baru di suatu perusahaan (baca: Hotel) yang telah beroperasi sebelumnya, apalagi dalam kategori ‘old property’. Silakan dilanjut membaca, siapa tahu bermanfaat… hehee… semoga🙏.

Sahabat saya yang Budiman..😊😊😊, mengelola perubahan (Managing Change) terdiri dari 2 area yang harus kita garap yaitu ASPEK TEKNIS (Technical) dan ASPEK MANUSIA (Human Resources) dari organisasi / perusahaan / hotel yang kita pimpin. Sehebat apapun program kerja seorang GM (apalagi bahkan ada yg copy-paste dari hotel tempat bekerjanya sebelumnya😂😂😂), belum tentu dapat tepat diterapkan di tempat yg baru jika tidak adanya penyesuaian dalam 2 aspek ini di ORGANISASI, selain product qualification, hotel/resort concept, dll.

 

Ada yg mulai bosan membaca tulisan ini? Yaaa silakan close hehe… yang masih minat dapat ilmunya… silakan dilanjut yaaa…😀

Esensi perubahan adalah merubah kondisi ORGANISASI saat ini menjadi kondisi yang diharapkan kedepannya; jangka pendek dan panjang. Dalam Aspek Teknis Organisasi kita kategorikan Sistem, Struktur, Proses, Peran dan Fungsi. Disini dianalisa apakah sistem yang dianut organisasi sudah tepat? Effective? Efficient? Dan productive ??? Biasanya ada yang perlu di-adjust, di-by pass, di”rampingkan” untuk efektifitas, atau bisa juga dikembangkan. Harapannya disini adalah untuk mendapatkan organisasi yang terstruktur untuk menjalankan perubahan yang diinginkan dengan memaksimalkan semua divisi di dalam organisasi. Sementara yang kedua, ASPEK MANUSIA nya maksudnya adalah bagaimana setiap orang yang ada di dalam organisasi tersebut (team member) dapat memahami, menyadari dan menerima perubahan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan bersama. Menggali potensi masing-masing staff dan me-repositioning-nya pada pos yang tepat merupakan langkah tepat dalam mewujudkan perubahan yang diharapkan.

Selanjutnya kita juga harus memfokuskan tahapan kita pada nilai-nilai penting dalam pengelolaan organisasi menuju perubahan ke arah yang lebih baik, diantaranya ; Kesadaran (awareness), Motivasi (motivation/spirit), Perhatian (interest), Hasrat dan Niat (Desire), Pengetahuan (Knowledge), Kemampuan / keahlian (Ability), Pemberdayaan (Empowering, Reinforcement), dan lain-lainnya. Fungsi leadership dalam directing-leading-counseling-approaching dapat diaplikasikan untuk mendorong personal achievement dari setiap team member kita. Pastikan dan yakinkan mereka bahwa objective of change adalah akan membawa organisasi beserta seluruh tim pada hasil yang lebih baik dan memberi manfaat bagi semua pihak. Tentunya, your personality have to reflect through lead by example! Jangan berharap they will follow you in “change” if you could not perform yourself perfectly. Susah?? Noo… akan sangat nikmat begitu Anda menjalani prosesnya dengan tulus, penuh dedikasi dan yakin!

Pastinya masih banyak lagi elemen dan dimensi dalam Managing Change ini. Termasuk juga strategy dalam membentuk “Change Agent”, seseorang yang ditugaskan sebagai duta perubahan, salah satunya adalah untuk menjadi positive influencer pada tim. Namun saat itu hanya demikian yang sempat sy obrolkan dalam pertemuan tak sengaja tersebut…

Dan pelajaran yang dapat kita simak dari kejadian teman saya itu adalah “Kenali dan Lakukan” , jangan over confidence, under estimate, high expectations, apalagi mengabaikan dan “asal program jalan”. Capek nanti jadi kutu loncat pindah sana sini gak naik2 kelas Bro hahaaaa…. Sahabat saya pasti ketawa liat ceritanya sy tulis disini… Tapi saya yakin, 2019 dia pasti sudah jadi GM yang lebih percaya diri. Heheee…

Untuk sahabat yang kurang berkenan terhadap tulisan saya ini , saya mohon maaf. Tidak ada maksud menggurui, hanya berbagi untuk yang membutuhkan…. sehingga kita bisa maju bersama, sukses bersama dan bangga bersama pada industri pariwisata tercinta ini.

Oleh ; K. Swabawa, CHA
Founder of Swaha Hospitality Management
Director of Operation at Global Hospitality Expert (GHE)
Vice Chairman of IHGMA Bali.

#SalamTangguhPariwisataIndonesia

Leave a Reply