Masa PTKM, Okupansi Hotel di Sleman Hanya 25 Persen

Jakarta, Ihgma.com – Adanya Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) membuat tingkat keterisian hotel di Kabupaten Sleman mengalami penurunan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman, Joko Paromo menjelaskan, pada saat PTKM ini okupansi hotel hanya mencapai 25 persen.

“Kondisi masih 25 persen kurang lebih, harapan pembatasan segera dicabut biar ekonomi membaik,” ungkapnya pada Rabu (20/1/2021).

1. Terjadi penurunan 10-15 persen

Masa PTKM, Okupansi Hotel di Sleman Hanya 25 PersenIlustrasi Hotel (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Dibandingkan dengan hari biasa sebelum adanya pembatasan, okupansi hotel di Kabupaten Sleman cenderung mengalami penurunan. Penurunan tersebut mencapai 10-15 persen, di mana okupansi sebelumnya mencapai 35-40 persen.

“Kalau sebelumnya 35-40 persen, sebelum ada pembatasan,” katanya.

2. PTKM cukup berdampak

Masa PTKM, Okupansi Hotel di Sleman Hanya 25 PersenIustrasi karyawan menyemprotkan cairan disinfektan di kamar Hotel (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Menurut Joko, adanya PTKM ini cukup berdampak besar bagi sektor perhotelan. Di mana ekonomi mengalami pelemahan. Di lain sisi, untuk pajak perhotelan saat ini tetap seperti biasanya. Sehingga hal ini cukup menyulitkan sektor perhotelan

“Dengan ada pembatasan tetap banyak dampaknya terhadap pariwisata dan lemahnya perekonomian. Pajak tetap seperti biasa,” jelasnya.

3. Harapkan pembatasan segera dicabut

Masa PTKM, Okupansi Hotel di Sleman Hanya 25 PersenIlustrasi room attedant membersihkan ruangan hotel (Dok. Kemenparekraf).

Agar sektor perhotelan ini bisa terus berjalan, Joko berharap PTKM segera dicabut. Meski dicabut, nantinya masyarakat diharapkan tetap bisa menjaga secara ketat protokol kesehatan. Agar penularan COVID-19 tidak semakin masif.

“Semoga pembatasan segera di cabut, menjaga prokes masing-masing individu dan secara umum. Kita branding sama-sama demi peningkatan perekonomian di segala lini business,” paparnya.(idn)

Leave a Reply