NuArt Sculpture Park, Wisata yang Dihuni Ratusan Patung

BANDUNG, IHGMA.com – Bukan tanpa alasan jika kota Bandung menjadi destinasi wisata. Faktor kemolekannya Bandung sudah dikagumi sejak dahulu.

Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini dikelilingi pegunungan, serta berjuta keindahan alam yang menyelimutinya. Sangking memesonanya, Belanda pun kepicut. Di masa penjajahan, Belanda menginginkan Bandung jatuh ke dalam genggamannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pada 25 Mei 1810, Bandung berhasil jatuh di tangan kolonial. Saat itu pula Gubernur Jenderal, Herman Willem Daendels, memerintahkan untuk membangun Bandung sebagai sebuah kota berpenghuni.

Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd! (Ketika saya kembali lagi, usahakan telah dibangun sebuah kota,” kata Deandels menyerukan pembangunan.

Sejak saat itu hingga Indonesia merdeka, Bandung tetap menjadi primadona. Di samping pesona alamnya, Bandung kini kaya dengan destinasi yang artistik dan penuh dengan spot instagramable.

Salah satunya yaitu NuArt Sculpture Park. Berlokasi di  Ciwaruga Parongpong Kabupaten Bandung Barat, NuArt Sculpture Park memanjakan mata dengan karya seni sang Maestro pematung dunia I Nyoman Nuarta.

NuArt Sculpture Park, Wisata yang Dihuni Ratusan Patung

Pengunjung mengamati karya seni lukis yang bertemakan “Nu Hope” di Nu Art Sculpture Park, Bandung, Jawa Barat–Antara/ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.

Galeri seni ini milik I Nyoman Nuarta ini dihuni oleh ratusan patung. Yang paling menarik dari tempat ini adalah sebuah patung Garuda Wisuda Kencana (GWK) raksasa setinggi 121 meter sebuah mahakarya dari I Nyoman Nuarta.

Asal Mula NuArt Sculpture Park

Berdiri di atas lahan seluas 3 hektar, lokasi wisata ini sarat akan ratusan patung yang bikin mata terbelalak. Mulanya, Nuarta mendirikan lokasi ini karena miris melihat wajah Kota Bandung di bagian Selatan yang mulai langka akan pepohonan.

Hanya dengan bermodalkan fulus yang tipis, Nuarta memberanikan diri untuk bertanggung jawab mengembalikan kedigdayaan alam dari Selatan Bandung. Kerja kerasnya pun berhasil terbayar lunas. Sejak dibuka buat umum tahun 2000 silam, Nuarta berhasil mendirikan taman yang bisa dinikmati sembari menyaksikan karya seni patung nan indah.

“Kita ini memang dari dulu pengen Hutan kita buat taman. Menggabungkan antara seni budaya dan alam. Itu selalu begitu. Karena kita pikir begiini. Kalau kita lihat sekarang di Bandung, agak ke Selatan, hampir tidak lihat ada pohon,” kata Nuarta dalam Idenesia, program acara budaya yang ditayangkan Metro TV.

Tempat para seniman berekspresi

Selain patung raksasa GWK dan ratusan patung lainnya, NuArt Sculpture Park juga memiliki Galeri Teras. Nuarta bilang, lokasi ini didirikan khusus untuk para seniman menggelorakan ekspresinya.

“Saya ingin tempat ini menjadi semacam art space yang bisa digunakan oleh siapapun,” ungkap dia.

Kawasan ini sering digunakan sebagai tempat pertunjukan teater. Namun tenang saja, bagi yang ingin belajar seni, galeri ini bisa dimanfaatkan para pengunjung, khususnya anak dan pelajar, untuk mengikuti Clay Act, Melukis Topeng Kertas dan Cutting Board.

Nah, jika suka dengan Seni dan Patung, barangkali NuArt Sculpture Park bisa menjadi pilihan. Hanya dengan Rp50 ribu, Anda sudah bisa mengisi waktu liburan di Taman Patung ini mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.(medcom)

Leave a Reply