OJK Dorong Perbankan Biayai Usaha Ekspor & Pariwisata

MALANG, IHGMA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan membiayai sektor usaha berorientasi ekspor, pariwisata, serta substitusi impor agar dapat berkembang sehingga dapat menekan angka defisit neraca berjalan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan seperti pada pengembamngan sektor pariwisata, OJK bersama dengan Kementerian Pariwisata memonitoring pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Jika ada masalah muncul, maka dicarikan jalan agar ditemukan solusinya.Baca juga: Bursa Asia Terbebani Proyeksi IMF, IHSG Ikut Terkoreksi

“Intinya KEK Pariwisata harus tumbuh positif,” katanya di sela-sela Peresmian Kantor OJK Malang, Selasa (22/1/2019).

Karena investasi di sektor tersebut membutuhkan dana yang besar dan bersifat jangka menengah-panjang, maka ada skema pembiayaan yang bisa dipilih investor.

Pasar modal bisa dijadikan alternative pembiayaan. Lewat right issue, perusahaan dapat memperoleh pembiayaan di pasar modal dalam jumlah besar dan jangka waktu yang lama.

Pengembangan sektor pariwisata di luar KEK Pariwisata, kata dia, bisa dilakukan lewat skema KUR untuk sektor usaha kecil. Masyarakat dapat menikmati kucuran pembiayaan dari bank dengan bunga yang kecil, hanya 7%.

Upaya meningkatkan ekspor di sektor perkebunan, dukungan lembaga jasa keuanga, terutama perbankan, pada program replanting sawit dan kopi. Dua komoditas tersebut merupakan komoditas yang berpotensi untuk diekspor.

Petani dapat memanfaatkan kegiatan replanting tanaman sawit dan kopi dengan skema KUR sehingga menikmati bunga kredit yang rendah, 7%.

Untuk sektor korporasi, sebenarnya banyak insentif yang diberikan pemerintah untuk industri yang produksinya berorientasi ekspor, diantaranya pemberian tax holiday.

Untuk di lokal Malang, kata dia, yang layak dikembangkan usaha perikanan tangkap di Pantai Sendang Biru. Produksi ikan di sana dapat dioptimalkan untuk tujuan ekspor.

Karena itulah, para pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk membenahi masalah-masalah yang menjadi kendala perkembangan usaha perikanan tangkap kurang berkembang dan upayanya menembus pasar ekspor.

Infrastrukturnya juga harus didukung, seperti pembangunan cold storage dan lainnya.

Kebijakan-kebijakan tersebut, kata dia, terutama memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk dapat berkembang. Kebijakan insentif  tersebut dapat dinikmati langsung pelaku usaha.

Namun di sisi lain, lembaga jasa keuangan, terutama bank, juga diuntungkan karena omzet kreditnya menjadi besar sehingga otomatis keuntungan yang diperoleh juga besar pula.

“Dari sisi modal dan likuiditas bank, sangat baik sehingga mampu membiayai sektor-sektor tersebut. Dari sisi NPL juga luar biasa, karena hanya mencapai 2,3%,” ujarnya.

Plt Bupati Malang Sanusi mengatakan dukungan perbankan terhadap sektor pertanian dan peternakan di Malang cukup signifikan. Lewat program KUR, sudah banyak yang dikucurkan di sektor penggemukan sapi pedaging.

Kepala OJK Malang Widodo mengatakan realisasi pembiayaan atau kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang sampai dengan akhir 2018 mencapai Rp47,858 triliun atau tumbuh 9,75%, sedangkan penghimpunan dana pihak ke tiga mencapai Rp65,961 triloiun atau tumbuh 12,01%

Leave a Reply