Okupansi Hotel BUMN Cuma 23 Persen Akibat Covid-19

Foto: Menparekraf Wishnutama mengecek kesiapan hotel dalam menerapkan protokol kesehatan. Dok. Kemenparekraf

ihgma.com – Pandemi covid-19 menekan tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel, tak terkecuali PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN. Imbasnya, pendapatan perusahaan hotel BUMN itu juga turun tajam.

Direktur Utama HIN Iswandi Said mengatakan tingkat okupansi turun tajam dibanding posisi tahun lalu. Pada kuartal I 2020, okupansi kamar hotel hanya 38,9 persen turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 61,6 persen seperti dilansir CNNIndonesia Kamis (24/9).

Kondisi ini berlanjut pada kuartal II 2020 yakni 26 persen dari sebelumnya 66,1 persen. Kemudian pada kuartal III 2020, okupansi HIN hanya tercatat 27,3 persen turun dari sebelumnya 68,9 persen.

“Memang tahun ini musibah buat PT HIN dan juga BUMN lainnya, kami tadinya bermimpi 2021 adalah tahun keemasan karena kinerja HIN akan meningkat tajam. Namun, sayangnya awal tahun ini khususnya di Februari terjadi musibah covid-19 ini,” ujarnya dalam acara NGOPI BUMN bertajuk BUMN Bahu Membahu Atasi Covid-19, Kamis (24/9).

Selain itu, tarif rerata harian atau average daily rate (ADR) juga merosot dibanding periode yang sama tahun lalu. Tercatat pada kuartal I 2020, posisi ADR sebesar Rp772.887 turun dari sebelumnya Rp782.487.

Kemudian, ADR pada kuartal II 2020 kembali berkurang menjadi Rp691.259 dari sebelumnya Rp806.688. Pada kuartal III 2020, ADR hanya Rp576.997 dari periode yang sama tahun lalu Rp802.443.

Kondisi tersebut berdampak pada anjloknya pendapatan perseroan sebesar 70 persen pada kuartal III 2020 dibandingkan kuartal III 2019.

Penurunan pendapatan sudah terjadi sejak kuartal I 2020, yaitu 37 persen dan kuartal II sebesar 65 persen.

“Kami percaya sesungguhnya kuartal III ini adalah saatnya kami mengalami peak season, tapi karena kondisi covid-19 kami harus menderita kerugian dan menurun 70 persen dari tahun lalu,” imbuhnya.

Diskon 45 Persen

Atas kondisi itu, ia menyatakan pihaknya melakukan sejumlah inovasi dari berbagai segi untuk mempertahankan arus kas. Salah satunya, menawarkan potongan harga hingga 45 persen untuk program book now, stay later atau memesan kamar hotel sekarang untuk digunakan kapan saja hingga tahun depan.

“Ini alhamdulillah membantu juga cash flow (arus kas) PT HIN untuk bertahan paling tidak untuk membayar gaji karyawan,” tuturnya.

Selain itu, HIN juga menawarkan paket isolasi mandiri bagi suspect virus corona. Mereka menawarkan layanan hotel isolasi mandiri seperti di Wisma Atlet.

“Ada namanya isolasi mandiri, jadi mereka negatif mereka datang karena kesadaran sendiri, boring karena di rumah dan stay di hotel dan itu kami layani dengan cara penangan layaknya dia isolasi mandiri di Wisma Atlet,” jelasnya.

Kemudian, HIN juga melakukan sejumlah inovasi mulai dari pernikahan drive thru, wisuda drive thru, hingga layanan katering kepada konsumen ke rumah masing-masing.

Leave a Reply