Pengusaha Hotel dan Restoran di Kawasan Wisata Pasrah Hadapi Tiket Mahal

IHGMA.com – Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Rainier H Daulay mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat yang mahal berimbas kepada anjloknya wisatawan domestik. Dampak paling signifikan dirasakan oleh wisatawan di luar pulau Jawa.

“Sebenarnya yang kena tiket mahal ini kalangan domestik bukan wisatawan mancanegara,” ujar Rainier ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).

Efek domino dari penurunan wisatawan mempengaruhi pendapatan penyedia jasa penginapan dan rumah makan. Rainier mencontohkan, kawasan Padang misalnya, harga tiket mahal membuat okupansi hotel di sana menurun hingga 60%.

“Padang okupansinya 40% dari yang biasanya 100%. Jangan lagi tanya average room rate (tarif rata-rata harian) pasti rendah sekali karena mesti bersaing dengan hotel tetangga,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kondisi ini sebenarnya tidak hanya berlaku untuk pariwisata, dalam kebutuhan penginapan normal pun menurun. Seperti saat musim mudik kemarin.

Rainier mengaku para pengusaha hotel dan restoran sudah pasrah dengan kondisi ini. Semua cara untuk menekan biaya operasional dan menjaga keuntungan sudah dilakukan.

“Startegi apa yang harus kita lakukan? Tidak ada yang bisa kita lakukan. Ya bertahan, yang sekarang sudah efisien kalau bisa lebih efisien lagi,” katanya. (indonesiainside)

Leave a Reply