Pengusaha Hotel Pantai Minta Pemerintah Pasang Deteksi Tsunami

JAKARTA, IHGMA.com – Kalangan pengusaha hotel di pinggir pantai meminta pemerintah segera memasang peralatan deteksi tsunami yang akurat. “Saya berharap tsunami Selat Sunda khususnya di Anyer dan Tanjung Lesung menjadi perhatian pemerintah (untuk menyiapkan alat deteksi-red),” kata Erlan Effendy, pemiliki sebuah hotel di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 26/12.

Ia mengakui tsunami tanpa gempa di Selat Sunda Sabtu lalu itu berimbas pada kunjungan wisatawan. Ditambah isu tak jelas yang beredar, sebagian calon tamu telah membatalkan pesanan. “Ada beberapa tamu yang khawatir dan cancel, tapi jumlahnya nggak banyak,” kata Erlan.

Erlan menegaskan pentingnya alat deteksi tsunami yang berfungsi sebagaimana mestinya. Dia mengakui hotel tidak menyiapkan antisipasi khusus terhadap ancaman tsunami dari pantai selatan Jawa Barat.  Dia beralasan, “Rambu untuk jalur-jalur evakuasi sudah banyak terpasang di area Pelabuhan Ratu.”

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan pada Desember ini hotel di Jawa Barat mengalami peningkatan tamu. Sebagian terkait rapat atau seminar dari kalangan birokrat, liburan sekolah, juga Natal dan Tahun Baru.

“Sejak Sabtu malam lalu okupansi hotel naik di Bandung dan Jawa Barat terutama di daerah tujuan wisata seperti Pangandaran, Kuningan, Lembang, Subang,” kata Herman, Rabu, 26 Desember 2018. Khusus tamu penginapan di pesisir pantai selatan Jawa Barat, ia berharap pengunjung tidak terlalu cemas paska-tsunami Selat Sunda tersebut.  

Meskipun belum mendapat laporan, kata Herman, kemungkinan besar ada calon tamu yang membatalkan pesanan kamar. “Di daerah pantai tsunami bisa terjadi tanpa tanda-tanda, orang pasti ada yang trauma.”

Herman yakin menjelang Tahun Baru pengunjung akan tetap ramai di hotel dan tempat wisata. Waktu libur tiga hari biasanya dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur ke tempat favorit. “Seperti pantai Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Puncak, dan Lembang,” ujarnya.

Tahun ini jumlah wisatawan lokal yang datang ke Jabar menurut Herman berjumlah sekitar 65 juta orang. Adapun turis asing masih kurang dari 750 ribu orang.(tempo)

Leave a Reply