Perang Tarif Bikin Hotel Non Bintang Resah

Jakarta, Ihgma.com – Langkah hotel berbintang berjaringan menurunkan tarif kamar hotel di saat pandemi Covid-19 berdampak terhadap hotel kecil atau non bintang. Apalagi hal ini hampir dilakukan oleh semua hotel berbintang, tidak terkecuali di Kabupaten Jember.

Alasan hotel berbintang ramai-ramai menurunkan tarif kamar hotel dipicu oleh tingkat hunian kamar hotel belum normal. Hal itu mereka lakukan mulai Mei lalu.

“Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember tidak bisa intervensi terhadap penurunan tarif tersebut. Karena itu merupakan kebijakan manajemen masing-masing,” tegas Tegoeh Soeprajitno, Ketua PHRI Kabupaten Jember.

Namun demikian dia berharap situasi seperti ini tidak berkepanjangan dan Covid-19 segera berakhir. Dia berharap di era new normal ini pemerintah daerah untuk mengaktifkan kembali kegiatan di hotel.

“Paling tidak ada pemasukan pendapatan untuk hotel, dan hotel tidak terancam gulung tikar. Karena selama Covid-19 ini sebagian besar kegiatan dilakukan secara virtual,” imbuh dia.

Diperoleh keterangan, di kota penghasil tembakau ini ada lebih dari 50 hotel dengan total sekitar 2.400 kamar. Selama Covid-19, PHRI Jember menerapkan aturan protokol kesehatan. Semua hotel dan restoran wajib telah dilengkapi fasilitas cuci tangan, dan terhadap semua tamu harus dilakukan pengecekan suhu badan menggunakan termogan.

Terpisah Gatot Triyono, Kepala Dinas Informasi dan Komunika (Disfokom) Kabupaten Jember meminta pihak pengelola hotel dan restauran untuk bersabar menghadapi masa sulit seperti sekarang ini. Serta, tetap untuk membantu mencegah penularan Covid-19 karena kebanyakan tamu berasal dari luar kota.

“Kondisi sekarang memang masih diliputi ancaman virus Covid-19. Semua terkena imbas dari virus mematikan ini termasuk sektor pariwisata,” terang Gatot seperti dikutip dari jawapos.

Leave a Reply