PERENCANAAN, UPAYA DAN AKTIVITAS PEMASARAN NORMAL BARU

Photo : S. SAUTA., DBA.

Oleh: S. SAUTA., DBA.
www.syahrulsauta.com

BALI, ihgma.com – Melihat kondisi pasar saat ini, yang penuh dengan ketidakpastian, seorang pemasar sejati pada Hospitality Business akan selalu melihat kondisi dan potensi pasar yang ada. Kondisi internal perusahaan sudah pasti, semua manajemen telah mempersiapkan masing – masing strategi yang efektif, agar operasional hotelnya berjalan lancar dan mencapai hasil yang diharapkan. Dengan keadaan pasar yang tidak pasti saat ini, perlu pemikiran dan upaya yang extra untuk memastikan aktivitas pemasaran yang dilakukan berjalan sesuai harapan.

Upaya dan Strategi Pemasaran.
Dalam implementasi pemasaran tersebut seharusnya pihak hospitality marketer melihat keadaan yang pasti dan dapat dijangkau. Ada beberapa kiat pemasaran yang dapat dilakukan oleh pemasar hotel antara lain adalah: 1). Fokus untuk loyal customers/ repeater guests. 2). Membuka bisnis baru/ produk baru yang selaras. 3). Merencanakan pasar baru yang selaras. 4). Kiat reservasi.

1). Fokus untuk loyal customers/ repeater guests: Buatkan kiat pemasaran khusus untuk menarik minat para loyal customers/ repeater guests untuk kembali menginap di hotel kita. Dengan cara mengirimkan greetings letter yang diisi dengan kiat pemasaran yang menambah manfaat bagi para loyal customers kita, seperti dengan minimum stay 3 nights complimentary satu kali makan makan siang selama menginap(buatkan menu khusus untuk complimentary lunch tersebut). Dan lihat kiat apa yang lain yang bisa kita tawarkan kepada pelanggaran yang membuat produk yang kita tawarkan mempunyai nilai tambah serta berbeda dengan produk pesaing kita(differentiation products).

2). Membuka bisnis baru/ produk baru yang selaras.
Dengan melakukan marketing research, manajemen dapat membuka bisnis baru yang selaras atau membuat produk baru yang selaras. Manajemen menyadari bahwa pendapatan dari penjualan makanan dan minuman sudah pasti akan berkurang disebabkan oleh penerapan social distancing, yang pasti seating capacity restoran dan bar akan berkurang sekitar 30 – 50% karena jarak yang ditentukan berdasarkan protokol kesehatan. Manajemen harus mencari alternatif pengganti pendapatan yang hilang tersebut, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah membukan outlet baru melalui sistim penjualan daring(online). Dalam set up penjualan daring tersebut, pihak manajemen harus melakukan perhitungan apakah lebih murah dan menguntungkan, menggunakan transportasi yang dikelola sendiri atau menggunakan Gojek/ Grab, atau keduanya. Apabila menggunakan transportasi yang dikelola sendiri ini akan menimbulkan multiplier effect yang baru bagi internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Harus dihitung dan dianalisa apakah bisa di kelola sendiri dengan menempatkan beberapa karyawan hotel atau diserahkan kepada pihak koperasi hotel, atau dilakukan sistim outsourcing dengan pihak luar. Silakan dihitung dan dianalisa mana yang menguntungkan.

3). Merencanakan pasar yang baru selaras.
Kesulitan yang dihadapi oleh pemasar saat ini adalah external factors yaitu pengaruh pandemi Covid 19 yang membuat terbatasnya ruang gerak bisnis. Terutama bisnis pariwisata yang banyak tergantung dari transportasi udara, darat maupun laut. Manajemen harus membuat ulang strategi yang sesuai dengan keadaan pasar saat normal baru tiba. Lakukan analisa terhadap komposisi pasar yang digarap saat ini, sebaiknya jangan ada pangsa pasar yang lebih dari 20% yang dominan dari total keseluruhan pasar yang targetkan. Buatkan terobosan baru dengan mencoba memasuki pasar yang belum pernah digarap sebelumnya. Dan hal ini dilakukan secara bertahap dan dengan konsisten agar hasilnya menjadi maksimal. Dalam upaya memasuki pasar yang baru harus disesuaikan dengan keadaan property hotel secara keseluruhan yang selaras dengan keinginan para calon pelanggan baru yang akan mulai di garap.

4). Kiat reservasi.
Manajemen hotel yang Smart pastilah akan memanfaatkan reservasi sebagai alat untuk menerapkan kiat-kiat pemasaran yang efektif, sebagai contoh misalnya harus di set up segera sistim pembayaran melalui reservasi hotel, misalnya: reservasi yang dibuat 6bulan sebelum kedatangan tamu tersebut dengan syarat tamu tersebut melakukan pembayaran didepan(deposit) akan diberikan harga khusus dan special benefits. Hal ini terlebih dahulu pihak manajemen melakukan perhitungan dan analisanya, agar diketahui margin yang didapatkan perusahaan apabila memberikan harga khusus dan special benefits tersebut. Dan ini harus di buatkan policy and procedures yang jelas serta di sosialisasikan kepada department concern. Pihak manajemen akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dari penerapan kiat reservasi ini. Sebagai contoh dengan pembayaran deposit 6bulan sebelum kedatangan maka cashflow hotel akan bertambah karena uang diterima dimuka. Dan pihak revenue management akan mudah menerapkan strategi harga karena bisa membaca on hand reservation jauh hari sebelum kedatangan tamu sesuai dengan keadaan operasional hotel yang sangat menguntungkan karena data statistic management bisa dengan mudah dibaca.(SYS 260720)

Leave a Reply