PLN Siap Pasok Listrik 10 Destinasi Wisata Prioritas

JAKARTA, IHGMA.com – PT PLN (Persero) siap memasok listrik untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta 11 wilayah shore connection di pelabuhan yang dikelola PT Pelindo III.

Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kemitraan dalam melaksanakan program kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kerja sama antara PLN, Pelindo III dan Kemenparekraf ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di sela-sela perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74 di Jakarta kemarin.

“Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-91 serta dalam perayaan Hari Listrik Nasional ke-74, penandatanganan MoU ini kita laksanakan atas dasar prinsip kebersamaan saling menghormati dan menguntungkan baik dari sisi potensi maupun nilai strategis,” ujar Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani di Kantor Pusat PLN, Jakarta, kemarin.

Dalam penandatanganan MoU tersebut, turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman dan Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung.

Pada MoU pertama, PLN bersama Kemenparekraf sepakat menyediaan infrastruktur listrik bagi 10 destinasi pariwisata prioritas. Kesepuluh destinasi tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta Raya), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat/NTB), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur/NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

Pada MoU kedua, PLN berkomitmen memasok tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di 11 lokasi Pelabuhan/Terminal Pelindo III guna mendukung kegiatan operasional pelabuhan, dengan pasokan Tegangan Menengah 20 kilovolt (kV) dan total daya 29.892 kVA. Ke-11 pelabuhan tersebut di antaranya adalah Bagendang Sampit, Kumai, Batulicin, dan pelabuhan Banjarmasin di Kalselteng. Lokasi lain adalah pelabuhan di Tenau Kupang dan Maumere di NTT, Lembar di NTB, Tanjung Intan dan Tanjung Emas, TPS dan Semen Tuban di Jawa Timur.

Adapun MoU ketiga adalah antara Pelindo III dan PLN yang sepakat bersinergi di bidang energi, logistik, kepelabuhanan dan pemanfaatan lahan idle.

Sementara itu, PT Pelindo III terus berupaya menekan biaya logistik guna meningkatkan daya saing produk nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemasangan shore connection di semua wilayah pelabuhan dibawah pengelolaan Pelindo III.

Shore connection adalah jaringan listrik dari darat yang dipasang di dermaga dan dipergunakan untuk kapal yang bersandar di pelabuhan. Fasilitas ini digunakan untuk menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan mesin kapal berbahan bakar minyak menjadi sumber energi listrik.

“MoU bersama PLN ini untuk pemanfaatan surplus energi listrik PLN untuk kami pergunakan melalui shore connection. Ini adalah bentuk sinergi BUMN, salah satu upaya untuk menekan biaya logistik untuk menaikkan daya saing logistik,” kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung.

Dia menambahkan, dengan memanfaatkan shore connection, maka otomatis kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) kapal akan berkurang saat sandar di pelabuhan. “Kami juga sedang melakukan penjajakan untuk menggunakan shore connection di pelabuhan/Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS),” kata dia. (sindo)

Leave a Reply