PSBB Ketat Jakarta, Tamu Tak Boleh Berenang hingga Pesta di Hotel

Ilustrasi hotel(SHUTTERSTOCK)

ihgma.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Jakarta kembali berlaku hari Senin (14/9/2020). Sejumlah sektor ada yang terpaksa ditutup, dan ada pula yang diizinkantetap beroperasi.

Seperti dilansir Kompas.com Selasa 15 September 2020 Salah satu sektor yang boleh beroperasi seperti biasa adalah sektor perhotelan.  Namun, ada beragam peraturan baru yang harus diperhatikan pihak hotel selama PSBB berlangsung.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Krisnadi mengatakan, ada sejumlah peraturan baru yang harus diperhatikan tamu ketika hendak menginap di hotel.

“Jadi, berenang enggak boleh, gym gak boleh. Lalu kalau makan di restoran waktu itu sudah boleh 50 persen, sekarang enggak boleh sama sekali, jadi take away gitu,” kata Krisnadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Berdasarkan penjelasannya, berikut Kompas.com rangkum aturan baru menginap di hotel selama PSBB ketat.

Ilustrasi kolam renang.(Shutterstock) 

Tak boleh berenang

Jika selama ini kolam renang hotel menjadi salah satu yang paling kamu cari ketika menginap di hotel, maka selama PSBB kamu tidak akan bisa menikmati fasilitas satu ini.

Pasalnya, menurut Krisnadi, semua fasilitas kolam renang yang ada di tiap hotel ditutup untuk umum.

“Berenang enggak boleh selama PSBB ini,” ujarnya.

Fasilitas gym Hotel Alila SCBD, Jakarta.(Dok. Alila SCBD) 

Gym ditiadakan

Selain kolam renang, ada satu fasilitas hotel lainnya yang dilarang beroperasi saat PSBB. Fasilitas ini yaitu gym.

Layanan gym di hotel biasanya menjadi salah satu alternatif pilihan fasilitas olahraga, jika kolam renang penuh.

Wisatawan atau tamu hotel biasa memilih ruang gym untuk berolahraga pengganti renang. Namun, pada masa PSBB ketat, fasilitas ini terpaksa ditiadakan sementara waktu.

Interior restoran hotel karya Domisilium Studio(www.arsitag.com)

Makan di restoran hotel

Hotel memiliki fasilitas untuk tempat makan dan minum tamu yaitu restoran. Biasanya, pihak hotel akan menyediakan fasilitas sarapan, dan makan malam di restoran hotel.

Para tamu bisa menikmati jamuan sarapan atau makan malam di tempat tersebut. Namun, masa PSBB ini restoran hotel terpaksa tidak melayani makan di tempat.

“Makan di restoran kan kalau kemarin itu sudah boleh saat transisi, 50 persen kapasitasnya, sekarang sudah gak boleh lagi. Jadi take away semuanya,” jelasnya.

Penutupan operasional restoran hotel dikarenakan fasilitas ini mampu menimbulkan kerumunan di area hotel.

Adapun dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 menuliskan, penanggung jawab hotel wajib bertanggung jawab terhadap kegiatan perhotelan, salah satunya meniadakan aktivitas dan atau menutup fasilitas layanan hotel yang dapat menciptakan kerumunan orang dalam area hotel.

Tak ada pesta dan rapat

Kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian atau kerumunan di hotel tidak dapat terlaksana selama PSBB ketat.

Kegiatan di hotel seperti pesta pernikahan, pesta ulang tahun dan lainnya tidak dapat terlaksana selama PSBB ketat.

Selain itu, hotel juga meniadakan aktivitas rapat atau meeting yang biasa diselenggarakan di hotel.

“Pesta juga belum bisa, meeting juga belum bisa. Akad nikah hanya akan ada di KUA atau KCS. Enggak boleh di hotel. Segala bentuk party enggak boleh,” ungkapnya.

Leave a Reply