Ren Tobing, CEO Keiski Hotel Group Dirikan Startup Belanja Kebutuhan Primer Pangan

woman shopping organic veggies and fruits

Jakarta, ihgma.com – Merebaknya pandemi Covid 19 telah menghantam berbagai sektor industri secara global, termasuk di Indonesia. Ini juga yang dirasakan oleh Ren Tobing—Co Founder Topotels Hotels & Resorts Indonesia Malaysia Myanmar.

Seperti dilansir Wartaevent.com 13/7/2020, Semenjak Covid-19 menerjang Indonesia, Ren Tobing yang juga CEO Keiski Hotels Group ini melakukan diversifikasi industri dengan mendirikan perusahaan startup bernama Pasarkuy.com 

Sebagai seorang pebisnis, Ren Tobing menilai bahwasannya di saat pandemi salah satu bisnis yang “potential winner industries” adalah e-commerce, khususnya yang melayani kebutuhan primer.

“E-commerce sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Karena saya sangat mengeluti bidang tersebut khususnya dalam bagian distribution channel di bidang industri perhotelan. E-commerce dapat menjadi salah satu solusi sosial ekonomi dalam menghadapi pandemi,” ungkap Ren Tobing.

Kontribusi Starup Pasarkuy.com

pasarkuy.com dapat memberikan kontribusi positif dalam hal penyaluran pangan secara daring.

Ia kembali menambahkan, work from home, PSBB, protokol Kesehatan, physical distancing benar-benar merubah perilaku masyarakat secara signifikan. Dan shifting in demand curve ini merupakan peluang bisnis yang sangat besar jika digarap secara profesional.

Menurut data yang diterima Ren Tobing, bahwa dari 265 juta penduduk Indonesia di tahun 2018, ada 177 juta pengguna mobile app tertentu, yang menjadi fakta bisnis yang spektakuler.

Selain sebagai perusahaan startup yang mendiversifikasi usahanya, Ia juga berharap dengan semua layanan yang diberikan Pasarkuy.com baik saat ini maupun pengembangan fitur-fiturnya di masa yang akan datang dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dalam hal penyaluran bahan pangan secara daring.

Terapkan Strategi Bisnis

Pasarkuy.com dipersiapkan sebagai startup yang efisien dalam pengelolaan finansialnya termasuk dalam strategi marketing “bakar uang”.

Pada kesempatan yang sama, Nadya Shera, Chief Commrecial Officer Pasarkuy.com mengutarakan, bahwa hanya dengan waktu yang cukup singkat dimulainya masa pandemi ini, mereka dapat mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.

Mulai dari perencanaan, persiapan teknis dan system, menjalin kerja sama dengan pemasok produk pangan berkualitas dan segar seperti sayur mayur, buah-buahan, rempah-rempah, bumbu dapur dan sebagainya, pengembangan database management system, analisa produk termasuk pengecekan high demand products – quality control – pricing control, sampai dengan strategi pemasaran.

Pasarkuy.com dipersiapkan sebagai startup yang efisien dalam pengelolaan finansialnya termasuk dalam strategi marketing “bakar uang”. Sebagaimana arahan Ren Tobing, Dea—panggilan akrabnya merencanakan keberlanjutan bisnis disaat pandemi ini dengan meningkatkan Gross Transaction Value (GTV) dengan EBITDA positif dalam kurun waktu yang cukup singkat.

Untuk mencapai hal tersebut, Dea menyiapkan Pasarkuy.com dengan strategi diantaranya new monthly recurring revenue (MRR), expansion MRR dengan penambahan produk, pembaruan aplikasi, fitur termasuk juga rencana penyediaan mobile app di Playstore dan Appstore.

Leave a Reply