Rencana Thailand Sambut Turis Asing, Hanya untuk Liburan Jangka Panjang

Kuil Wat Arun yang terletak di Bangkok, Thailand.(shutterstock.com/Nott+Sutthipong)

ihgma.com – Ministry of Public Health Thailand mengumumkan rencananya untuk menyambut kembali wisatawan asing, Jumat (18/9/2020).

Melansir Kompas.com Minggu (20/9/2020), kabinet setuju untuk mengizinkan wisatawan asing berlibur ke Thailand dengan syarat mereka harus tinggal di sana selama 90 hari dan dapat diperpanjang hingga 270 hari.

Visa turis khusus 90 hari dapat diperpanjang dua kali, masing-masing selama 90 hari. Para wisatawan asing bisa mulai datang ke sana bulan depan.

Namun, terdapat syarat lain yang harus dipatuhi selain periode liburan yang lama. Salah satu syarat disampaikan Director of the Bureau of Mental Health Strategy yang berada di bawah Department of Disease Control (DDC), Chakrarat Pittayawonganon.

Ia mengatakan, wisatawan asing harus menyerahkan bukti hasil negatif tes Covid-19 tidak lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan.

Mereka juga harus dikarantina terlebih dahulu di negara asal dan memiliki asuransi kesehatan untuk perjalanan internasional.

Wisatawan asing juga harus memiliki sejumlah uang minimum di rekening bank dan catatan tidak mengunjungi tempat ramai sebelum keberangkatan.

Selama karantina domestik, mereka harus dites dua kali untuk Covid-19 di awal dan di akhir. Jika keduanya dinyatakan negatif, mereka diizinkan melancong ke Thailand.

Banyak turis asing yang tidak sabar liburan di Thailand

Thailand melaporkan, terdapat lebih dari 2.270 wisatawan asing telah merencanakan perjalanan untuk mengunjungi negara tersebut.

Ilustrasi Thailand – Karon Temple di Phuket.(SHUTTERSTOCK / S-F) 

Wisatawan asing yang berasal dari China, Myanmar, Jepang, dan Kuwait tersebut diperkirakan akan menghasilkan pendapatan 115 juta baht atau sekitar Rp 54 miliar.

Selain wisatawan asing, ada juga 735 wisatawan medis dari China, Myanmar, Oman, Australia, dan Kamboja yang melakukan pengobatan di Thailand usai menyelesaikan karantina 14 hari.

Hal itu diungkapkan oleh Director-General of the Health Service Support Department, Thares Krasnairawiwong.

Mereka diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar 25 juta baht, setara dengan Rp 11 miliar.

Peningkatan langkah-langkah aman Covid-19

DDC mengatakan, mereka berencana untuk meningkatkan jumlah staf di pos pemeriksaan pengendalian penyakit internasional.

Mereka juga berencana untuk mengizinkan orang-orang dari negara berisiko rendah untuk masuk ke Thailand terlebih dahulu.

Departemen tersebut akan memberi pelatihan tentang pengontrolan dan pencegahan Covid-19 bagi pengusaha, masyarakat umum, dan pejabat pemerintah yang pekerjaannya membuat mereka berhubungan dengan wisatawan asing.

Saat ini, lembaga-lembaga negara terkait tengah memutuskan kapan langkah-langkah tersebut akan diberlakukan.

Leave a Reply