Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Ilustrasi hotel(SHUTTERSTOCK)

ihgma.com – Adanya imbauan agar orang menunda perjalanan ke Jawa Barat, khususnya warga Jakarta karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak negatif terhadap dunia perhotelan Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Riung Priangan Kota Bandung Arief Bonafianto saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

“Imbauan yang sekarang muncul ini menimbulkan dampak negatif dari perbaikan okupansi periode 14-21 September ini. Kan ada imbauan tidak boleh melakukan perjalanan atau menunda perjalanan,” kata dia.

Arief melanjutkan, dampak munculnya imbauan tersebut tidak hanya muncul dari segi tamu pejalan individual saja, tetapi juga merambah dari tamu bisnis MICE atau grup.

Tak main-main, tingkat hunian hotel di Kota Bandung turun drastis, yakni kembali ke angka 20 hingga 30 persen.

“Jujur, kondisi okupansi saja karena imbauan tersebut turun kembali ke 20 persenan. Tadinya, waktu kita running Agustus itu sudah mulai di angka 40 persen, bahkan sampai 50 persen karena kami kan batasi juga mentok hanya 50 persen,” ujar Arief seperti dilansir Kompas.com Senin (21/9).

Selain itu, hingga kini hampir semua hotel yang telah beroperasi belum memasuki masa normal. Oleh karena itu, sistem penggajian pun belum pulih seperti semula.

“Rata-rata penerimaan gaji masih berkisar di 50 persen. Bisa dibayangkan apabila tingkat hunian kembali ke level 20-30 persen atau lebih rendah,” sambung dia.

ILUSTRASI – Kamar Hotel(Shutterstock/Dragon Images) 

Meski merasakan dampak yang besar akibat imbauan penundaan bepergian ke Jawa Barat dan PSBB Jakarta, Arief menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mendukung pemerintah.

Salah satu caranya adalah tetap menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) setiap waktu. Komitmen tersebut merupakan jawaban dari Riung Priangan atas imbauan yang telah terjadi.

“Kami tetap siap menerima tamu dari mana pun dengan protokol kesehatan ketat. Saya selaku pimpinan Riung Priangan kemarin sudah mengharuskan seluruh anggota mematuhi dan mendukung pemerintah tentang masa AKB ini,” pungkasnya.

Adapun, Riung Priangan merupakan organisasi non profit hotel-hotel berbintang 2 sampai 5 yang didirikan pada 1985.

Anggotanya adalah para pimpinan tertinggi hotel-hotel atau General Manager yang secara organisasi mencakup wilayah Bandung Kota dan Kabupaten Bandung atau Bandung Raya.

Leave a Reply