Sejumlah Hotel di Bali Rugi Akibat Bangkrutnya Thomas Cook

IHGMA.com- Perusahaan besar Thomas Cook, yang merupakan agen biro perjalanan terbesar dan tertua di Inggris dikabarkan bangkrut dan menghentikan perdagangan saham di bursa sehingga operasi langsung disetop.

Dampak dari bangkrutnya Thomas Cook, sejumlah hotel dikabarkan terimbas. Setiap hotel diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Kepala Bali Tourism Board (BTB) Bali, Agung Partha Adyana menyampaikan, ada sekitar 16 hotel di Bali mulai bintang tiga sampai lima yang menjalin kerjasama dengan Thomas Cook. Hotel-hotel ini diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 1 miliar.

“Iya ada 16 hotel saja di Bali. (Mulai) bintang tiga sampai bintang lima. Ada agen perjalanan yang kontrak kerja sama dengan Thomas Cook, ini yang untuk tamunya,” ujar Adyana saat dikonfirmasi, Rabu (25/9) sore.

“Kalau dia booking dari Thomas Cook langsung ke hotel-hotel. Dia hanya handling agent. Jadi kita kurang lebih 16 hotel anggaplah satu hotel 1 kerugiannya itu Rp 1 miliar,” sambungnya.

Adyana juga menjelaskan, bahwa ada sejumlah perwakilan hotel sudah mengadu ke Konsulat Inggris di Sanur, Denpasar. Konsulat mengaku akan mengurus agar mendapatkan ganti rugi.

“Tapi itulah kelemahan sistem offline, kita pesimis tapi kita akan berupaya,” jelasnya.

Selain itu, sejumlah turis Inggris di Bali telah diminta untuk membayar tagihan hotel. Para turis ini ada yang menolak dan ada juga yang membayar.

“Kita biasanya tagihkan kepada wisatawan. Kita baik-baik saja kita secara hospitality dekati wisatawannya bahwa agen kamu bangkrut, untuk tagihan terpaksa kita tagihkan ke wisatawannya. Memang ada yang marah ada yang mau bayar,” paparnya.

Adyana juga menjelaskan, untuk wisatawan Inggris merupakan wisatawan nomor tiga yang paling banyak berwisata ke Bali. Biasanya, wisatawan ini berlibur selama dua minggu dengan biaya USD 1.100 per orang.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa hal tersebut, tidak akan berdampak signifikan terhadap jumlah turis Inggris yang akan ke Bali. Karena, paket perjalanan ada yang ditawarkan secara online oleh agen perjalanan.

“Yang di sini, akan tetap kita layani, (tapi) kalau ada bookingan baru akan kita tolak,” tandasnya. (merdeka)

Leave a Reply