Sektor Kuliner Penyumbang Terbesar Pariwisata Tangsel

CIPUTAT, IHGMA.com – Pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Pariwisata terbesar di Tangerang Selatan adalah persentase kuliner atau restoran. Hal tersebut nampaknya cocok jika Tangsel disebut Kota Kuliner.

Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Judianto, mengatakan, pada tahun 2017, target PAD pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Dinas Pariwisata mencapai 270 miliar rupiah, dan hasilnya melebihi hingga 284 miliar rupiah.

Dari angka 284 miliar rupiah itu, sektor restoran jadi penyumbang terbesar hingga 80%.

“Target RPJMD tahun 2017 kemarin, kita ditargetkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata kan ada tiga, pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan. Pada tahun 2017 targetnya 270 miliar, tercapai sampai 284 miliar,” paparnya di Rumah Puspo Budoyo, Senin (20/8/2018).

“Kuliner, restoran itu sumbang angka 200 miliar. Dari angka 280 miliar itu, 80% dari sektor kuliner. 40 miliar dari hotel, sisanya dari hiburan. Hiburan itu bukannya konotasi negatif ya, mall, bioskop, segala macam itu kan masuknya hiburan,” lanjut paparnya.

Judianto menyebutkan Tangsel memiliki 600 restoran, 32 hotel berbintang dan non bintang, serta 12 pusat belanja kelas atas dan menengah.

“Hotel bintang dan non bintang, kita ada 32. Kalau yang kelas bintang, ada 13. Pusat belanja yang cukup besar ada tujuh, yang kelas menengah ada lima. Restoran kita ada 600 restoran,” ujarnya.

Ia menyebut, pemaksimalan sumber pendapatan kota itu dilakukan dengan mengadakan event-event.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pada tahun 2018 ini, Dinas Pariwisata memiliki 24 festival, dan sudah dijalankan sebanyak tujuh festival.

Sementara 17 festival lainnya sudah dalam perrencanaan akan lebih banyak di selenggarakan pada bulan November sebagai rangkaian hari ulang tahun (HUT) Tangsel.

“Naitulah makanya potensi-potensi itu kan hidup bila mana kita sering mengadakan itu tadi, kegiatan-kegiatan,” katanya.

Leave a Reply