Sektor Pariwisata Berdenyut, Karyawan Hotel dan Restoran yang Dirumahkan Mulai Bekerja

Ihgma.com – Beberapa pegawai hotel dan restoran yang dirumahkan kini mulai dipekerjakan lagi. Membaiknya kondisi pariwisata setelah hotel dan resto kembali beroperasi, membuka peluang para pegawai untuk kembali bekerja.

Tetapi baru sebagian orang dari total 2.000 pegawai di 29 hotel dan 12 restoran yang sudah dipekerjakan kembali. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nano Indra Praja menjelaskan, hal itu dikarenakan hotel dan restoran masih memiliki pengeluaran tetap.

“Dengan kata lain, masih perlu ada penghematan. Karena bisnis belum benar-benar kembali seperti sedia kala,” ujar dia.

Ia mengatakan, pihak hotel dan restoran pun menyiasati banyak hal untuk tetap memperkerjakan pegawai mereka. Diantaranya dengan memberlakukan sistem pergantian pekerja (shift) hingga pembayaran setengah gaji selama dirumahkan.

Menurut dia, sebisa mungkin pengusaha hotel dan restoran tidak memutus masa kerja para pegawai mereka. “Harus ada kesepakatan antara keduabelah pihak supaya jangan sampai ada PHK,” ucapnya.

Nano menjelaskan, pengusaha tidak boleh menjadikan kondisi yang terjadi sebagai alasan pemutusan hubungan kerja. Apalagi, pegawai di sektor pariwisata sudah sangat terdampak sejak dua bulan lalu.

Sebelumnya, lesunya sektor pariwisata akibat pandemi berdampak pada tingkat hunian yang terus menurun hingga menyentuh angka 3 persen.

“Saat itu, pengusaha hotel dan restoran sudah kewalahan jika terus memaksakan diri untuk beroperasi. Bahkan, ada beberapa hotel yang akhirnya dinyatakan tutup dan tidak lagi beroperasi,” kata Nano.

Upaya efisiensi pun ditempuh, dari biaya operasional, hingga merumahkan pegawai yang diusahakan hanya sampai kondisi membaik.

Meskipun kini wisatawan sudah bisa kembali berkunjung, Nano mengharapkan, agar semua pihak ketat pada aturan kesehatan. Selain selektif memilih tamu, pihak hotel dan restoran harus patuh pada penerapan protokol kesehatan.

Leave a Reply