Seperti Apa Bentuk Hotel di Korea Utara?

Hotels of North Korea - Lobi dan toko buku di Ryanggang Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsofnorthkorea.com)

ihgma.com – Korea Utara selalu membuat penasaran dunia dengan kesendirian dan kerahasiannya. Hal ini membuat masyarakat kerap berimajinasi akan negara tersebut.

Melansir Kompas Rabu dari Lonely Planet, Jumat (30/9/2020), kini masyarakat dunia bisa mengintip gambaran sektor pariwisata Korea Utara melalui foto-foto hotel di sana yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Foto-foto tersebut dipamerkan melalui buku foto Hotels of Pyongyang milik penulis James Scullin dan fotografer Nicole Reed.

Hotels of North Korea – Kolam renang di Koryo Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsofnorthkorea.com) 

Scullin merupakan mantan pemandu wisata. Dia menggunakan koneksinya di sana untuk mendapatkan visa dan izin negara untuk mengunjungi sepuluh hotel yang saat ini melayani wisatawan.

Tidak hanya itu, dia juga berhasil mengunjungi Ryugyong Hotel, sebuah hotel berbentuk pesawat ruang angkasa yang dikerjakan selama tiga dekade.

“Saya memilih hotel sebagai pusat proyek karena akses ke sana bukan masalah politik seperti kebanyakan hal lainnya. Artinya, proyek ini memungkinkan untuk dilakukan tanpa birokrasi yang berlebihan” kata Scullin, mengutip Lonely Planet.

Hotels of North Korea – Lobi Chongnyon Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsofnorthkorea.com) 

Dia melanjutkan, tidak peduli seberapa banyak wisatawan yang ada di Korea Utara, seringkali jumlahnya sedikit.

Hal ini membuat hotel-hotel dari artefak Soviet yang terpelihara dengan baik menjadi unik di Pyongyang.

Pariwisata Korut yang jaya pada era Soviet

Menurut situs resmi Hotels of Pyongyang, proyek fotografi tersebut mendokumentasikan hotel-hotel bergaya arsitektur khas Soviet yang interiornya memiliki sentuhan modern.

Hotels of North Korea – Tempat cukur rambut di Rangnang Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsofnorthkorea.com) 

“Bagi sebagian orang, menghabiskan waktu di hotel mungkin terdengar mengekang. Namun bagi saya, desain hotel, fasilitas yang aneh, dan stafnya yang pemalu selalu menjadi kesempatan yang baik untuk berhubungan dengan warga Pyongyang,” ujar Scullin dalam situs resmi proyeknya.

Hotels of North Korea – Ruang karaoke dan menari di Sosan Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsofnorthkorea.com) 

Meski akses-akses dibatasi di Korea Utara, Pyongyang memiliki sejumlah hotel yang telah memfasilitasi para kawan sosialis selama era kejayaan pariwisata blok Soviet pada tahun 70-an dan 80-an.

Saat ini, kebanyakan pengunjung berasal dari China yang merupakan sekutu terdekat Korea Utara. Hampir seluruh hal di Korea Utara dijalankan oleh pemerintahan.

Hal ini membuat bisnis seperti hotel tidak merugi selama periode wisatawan yang rendah. Hotel-hotel di Pyongyang telah bertahan dari sejumlah kesulitan ekonomi yang melanda Korea Utara.

Bangunan hotel yang unik dan interior kuno

Melalui Hotels of Pyongyang, Scullin dan Reed menampilkan struktur dan arsitektur yang unik serta interior hotel kuno yang tidak berubah.

Hotels of North Korea – Seorang staf di Ryanggang Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsonorthkorea.com) 

Buku fotografi tersebut juga menampilkan foto-foto para staf hotel yang mengenakan seragam sambil menunjukkan wajah kaku.

Ada juga foto-foto fasilitas hotel seperti kolam renang, tempat untuk bermain bowling, dan ruang karaoke.

Sejumlah akomodasi yang ditampilkan, termasuk Pothonggang Hotel, Yanggakdo Hotel, Sosun Hotel, dan Rakrang Hotel.

Hotels of North Korea – Ruang makan di Sosan Hotel di Pyongyang, Korea Utara.(https://www.hotelsofnorthkorea.com) 

“Hal utama yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah kreativitas menemukan cara, bahkan di negara otoriter seperti Korea Utara,” kata Scullin.

Korea Utara cukup seragam dalam pakaian, perilaku, dan kehidupan jalanan. Namun di dalam hotel, para individu diberi izin untuk merancang ruang makan, lobi, dan ruang karaoke dengan gaya unik.

Scullin menuturkan, estetika yang terpampang di hotel-hotel tersebut terjadi tanpa adanya pengaruh dari mana pun lantaran para individu terkait belum terlalu terpapar oleh seluruh dunia.

Leave a Reply