Tahapan Pembukaan Pariwisata Bali, September untuk Turis Asing

ILUSTRASI - Turis asing di Nusa Penida, Bali.(Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

IHGMA.com – Bali mulai membuka diri kembali untuk pariwisata. Sejak Jumat (31/7/2020), Pulau Dewat kembali bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan nusantara (wisnus).

Sebelumnya, Bali juga telah membuka pariwisata, khusus untuk wisatawan lokal saja pada 9 Juli 2020.

Seperti dilansir Kompas.com Sabtu 1/8/2020, Semua orang atau wisatawan yang hendak pergi ke Bali wajib mengikuti protokol tatanan kehidupan era Bali baru yang telah tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020.

Melalui rilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diterima Kompas.com, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, kesiapan Bali untuk membuka sektor pariwisata dilakukan secara bertahap.

Ilustrasi Pantai Seminyak, Bali.(Dok. Shutterstock)

Rencananya, Bali akan membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing pada September 2020.

“Oleh karena itu, kami memberanikan diri menjalankan ini selektif secara bertahap, ini harapan kita, jangan sampai kita buka besok muncul kasus baru yang mencoreng citra pariwisata Bali. Butuh dukungan semua pemangku dan pelaku pariwisata,” kata Wayan, Kamis (30/7/2020) seperti dikutip rilis.

Berikut Kompas.com rangkum tahapan pembukaan pariwisata Bali:

Tahap pertama, 9 Juli 2020

Wisatawan menikmati sore di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013). Keindahan wisata pantai di sejumlah kawasan di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.((KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES))

Melaksanakan aktivitas secara terbatas dan selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali, mulai tanggal 9 Juli 2020.

Pada tahapan ini, sesuai arahan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, pelaksanaan tatanan kehidupan era baru yang diizinkan terbatas hanya pada beberapa sektor seperti kesehatan.

Kemudian kantor pemerintahan, adat agama, keuangan, perindustrian, perdagangan, logistik, transportasi, koperasi, UMKM, pasar tradisional, pasar modern, restoran/warung, pertanian, perkebunan, kelautan/perikanan, peternakan, jasa dan konstruksi. Sementara itu sektor pendidikan dan sektor pariwisata nasional belum diberlakukan.

Tahap kedua, 31 Juli 2020

Melaksanakan aktivitas secara lebih luas, termasuk sektor pariwisata, namun hanya terbatas untuk wisatawan nusantara, mulai 31 Juli 2020.

Terdapat beberapa syarat yang mengatur orang datang atau berwisata ke Bali. Salah satunya yaitu wajib menunjukkan hasil uji swab test atau pun rapid test non reaktif.

Tahap ketiga, 11 September 2020

Melaksanakan aktivitas secara lebih luas sektor pariwisata termasuk untuk wisatawan mancanegara mulai 11 September 2020.

Gubernur Bali I Wayan Koster berharap, hotel-hotel dan pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya kembali pada pembukaan kuartal ketiga nanti.

“Harapannya pada kuartal ketiga tahun ini sektor pariwisata di sini sudah membaik. Aktivitas perekonomian bisa didukung penuh khususnya untuk menggairahkan pariwisata dan infrastruktur Bali,” pungkasnya.

Leave a Reply