Thailand Belum Terima Turis Asing Tahun Ini

Ilustrasi Thailand - Taman Nasional Khao Sok.(SHUTTERSTOCK)

IHGMA.com – Thailand tidak terburu-buru dalam membuka kembali perbatasan negaranya untuk wisatawan internasional seperti sejumlah negara di dunia.

Mengutip Kompas.com Rabu 19/8/2020 dari Traveldailymedia.com,  Deputy Governor of Tourism Authority of Thailand (TAT) menyatakan, negara tersebut mungkin akan tetap ditutup hingga akhir 2020.

Sebuah studi global menyatakan, empat dari lima (82 persen) orang Thailand yakin, negaranya siap membuka kembali pariwisata dan kegiatan rekreasi.

Kendati demikian, Deputy Governor for International Marketing di TAT, Chattan Kunjara Na Ayudhya mencatat, tidak ada pembicaraan terkait jadwal pembukaan kembali Thailand.

“Tidak ada pembicaraan tentang jadwal untuk membuka kembali negara untuk perjalanan liburan masuk atau keluar selama pertemuan nasional Covid-19 mingguan,” kata Ayudhya.

Dia menambahkan, pemerintah sangat hati-hati untuk membuka kembali perbatasan negara.

“Saya tidak melihat sinyal dari pemerintah bahwa negara akan dibuka tahun ini. Hal tersebut memberi banyak beban pada industri pariwisata,” ujar Ayudhya.

Dia melanjutkan, periode natal yang biasanya adalah musim ramai kunjungan akan berada dalam bahaya. Sama halnya dengan Hari Raya Imlek pada Februari mendatang.

Ilustrasi Thailand – Kepulauan Phi Phi.(SHUTTERSTOCK) 

Diskusi soal koridor perjalanan

Terdapat pembicaraan terkait pembuatan koridor perjalanan dengan beberapa negara seperti Vietnam. Namun, hal ini tertunda lantaran negara tersebut mengalami gelomba kedua infeksi virus Covid-19.

Terlebih lagi, tingginya angka infeksi pada beberapa negara tetangga seperti Filipina dan Indonesia membuat Thailand cemas.

Sementara itu, daftar kelompok yang diizinkan untuk kembali ke Thailand di bawah langkah kesehatan yang ketat telah diperluas.

Sebelumnya, daftar tersebut hanya diperkenankan bagi diplomat dan pejabat PBB. Kini daftar diperluas termasuk pebisnis, investor yang memiliki perjanjian dengan pemerintah, kru film, pekerja migran, personel pameran, serta pemegang visa Thailand Elite.

Meski begitu, situasi “wait and see” Negeri Gajah Putih dapat memperlambat pulihnya sektor ekonomi karena Thailand bergantung pada industri pariwisata. Baca berikutnya

Leave a Reply