Tren Wisata New Normal, Liburan Lebih Lama dan Incar Destinasi Domestik

Ilustrasi turis yang merencanakan perjalanan keliling dunia(SHUTTERSTOCK/TORWAISTUDIO))

IHGMA.com – Selain pilihan jenis wisata dan gaya berlibur yang diprediksi akan berubah selama new normal, perilaku wisatawan dalam berlibur pun mengalami perubahan.

Seperti dilansir Kompas.com Jumat 31/7/2020, Senior Content and Promotion Manager Blibli Travel, Ratna Putri Dewi, menuturkan bahwa wisatawan kini lebih memilih untuk berlibur dalam periode waktu yang lebih lama.

“Sebelum pandemi, mereka biasanya merencanakan liburan untuk periode 2–3 hari. Selama masa transisi PSBB menjadi 4–5 hari, sedikit lebih lama,” kata Ratna.

Hasil survei yang telah dilakukan oleh pihaknya tersebut diungkapkan oleh Ratna dalam sesi webinar bertajuk “Planet Tourism Indonesia 2020”, Rabu (29/7/2020).

Menurut Ratna, terdapat satu alasan mengapa wisatawan memilih untuk berlibur dalam periode waktu yang lama.

“Mereka sudah tidak berlibur dalam waktu yang lama, jadi mereka berencana untuk balas dendam dengan waktu berlibur yang lama,” tutur Ratna.

Selain itu, ada kemungkinan mereka memanfaatkan situasi kerja dari rumah untuk bekerja dari tempat lain. Misalnya bekerja dari Bali.

Cari voucher hotel dan roadtrip

Survei tersebut juga menunjukkan, wisatawan kini cenderung lebih sering mencari hotel yang menjual voucher dengan penawaran yang murah namun periode menginapnya fleksibel.

Wisatawan di kapal pesiar di Sungai Sekonyer kawasan Taman Nasional Tanjung Puting(Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Hal tersebut karena saat ini sebagian wisatawan lebih senang melakukan staycation karena masih ragu untuk pergi ke tempat yang terlalu jauh.

“Roadtrip juga menjadi pilihan karena mengurangi kemungkinan terjadi transmisi Covid-19 dari orang lain,” kata Ratna.

Incar destinasi domestik

Bloom Consulting, sebuah perusahaan yang kerap melakukan penelitian terkait pariwisata, melakukan survei pada April 2020 terhadap sekitar 4.000 wisatawan dari Amerika, Eropa, dan Asia.

Strategy Director of Bloom Consulting, Gonzalo Vilar, dalam kesempatan yang sama, menuturkan, berdasarkan survei tersebut, perilaku wisatawan terhadap tujuan berlibur yang telah direncanakan atau dipesan berubah akibat pandemi Covid-19.

Survei tersebut dilakukan secara lintas generasi mulai dari Generasi X atau kelahiran sekitar tahun 1965-1980, Millennial atau kelahiran sekitar tahun 1981-1996, dan Generasi Z atau kelahiran sekitar tahun 1997–2010-an.

Rencana yang dibuat wisatawan untuk pergi ke suatu destinasi pun berubah karena adanya pandemi.

“Adanya pandemi ini, mereka mempertimbangkan kembali ke mana mereka akan pergi,” lanjutnya.

Salah satu alasan yang membuat wisatawan mempertimbangkan kembali tujuan berliburnya adalah langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah setempat terkait penanganan virus.

“Riset kami melihat bahwa wisatawan akan lebih prioritaskan tujuan berlibur domestik dibandingkan internasional,” pungkas Vilar.

Leave a Reply