WH Akan Kawal Hotel Berbintang, Buntut Oknum TNI Ditangkap Nyabu

BANDA ACEH, IHGMA.com – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usma,n tampaknya tak main-main dengan pelanggaran syariat atau pelanggaran pidana lainnya di Banda Aceh. Kasus penggerebekan oknum TNI bersama beberapa anggota dan masyarakat biasa yang sedang nyabu dua kamar hotel berbintang di Banda Aceh membuat Aminullah mengambil sikap tegas.

Wali Kota menyatakan bahwa Pemko Banda Aceh akan segera menugaskan atau menempatkan personel atau Polisi Wilayatul Hisbah (WH) di hotel-hotel berbintang, guna mengawal agar tidak adanya pelanggaran syaraiat di sana.

“Kita sedang berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menempatkan Polisi WH kita di situ, di hotel-hotel berbintang sehingga bisa dikawal terus. Setelah kita kroscek kasus kemarin, rasanya kita perlu menempatkan orang di situ,” tandasnya kepada wartawan seusai menghadiri pelantikan Ketua DPRK Kota Banda Aceh, Selasa (8/10).

Untuk tahap awal ini, kata Aminullah, Pemko Banda Aceh akan menempatkan dua personel di hotel-hotel berbintang yang rawan terjadinya pelanggaran. Aminullah juga tak menampik bahwa cukup banyak hotel di Banda Aceh. ‘Tapi yang rawan dulu kita tempatkan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (2/10) dini hari, aparat gabungan termasuk Polisi Militer Kodam IM menangkap 10 orang yang diduga sedang melakukan pesta sabu di dua kamar di salah satu hotel berbintang di kawasan Lampineung, Banda Aceh. Dari 10 orang itu, merupakan lima laki-laki dan lima perempuan.

Terdapat juga empat oknum TNI dengan salah satu pangkat tertinggi di antaranya adalah letnan kolonel. Sedangkan enam lainnya, merupakan mahasiswi dan pekerja swasta. Akibat perbuatannya itu, empat oknum TNI kini ditahan di instalasi tahanan militer (stal tahmil) Pomdam IM. Sedangkan yang lainnya diserahkan ke Polda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman juga mengatakan telah memanggil manajemen hotel berbintang tersebut guna memberikan penjelasan terkait kasus penggerebekan pesta sabu tersebut. Pemerintah Kota Banda Aceh meminta keterangan terkait kronologis apakah terjadi pelanggaran syariat atau tidak di sana.

“Sudah panggil kemarin, kita meminta kroscek dengan yang menangkap mereka apakah ada ditemukan pelanggaran syariat atau hanya pidana narkoba. Kalau ada pelanggaran syariat kita masuk. Setiap pelanggaran di hotel ada dua sebab, dikoordinir oleh hotel atau pelanggannya sembunyi-sembunyi, ini juga kia cari tahu,” kata Aminullah.

Aminullah juga menegaskan bahwa Pemko Banda Aceh akan mencabut izin hotel jika ada kelalaian pihak manajemen hotel sehingga menyebabkan pelanngaran syarait. “Dia sudah buat pernyataan bahwa apabila lalai yang menyebabkan pelanggaran syariat, maka izin kita cabut,” tegas Aminullah.(tribun)

Leave a Reply