Wishnutama: Quality Tourism Tidak Hanya Bicara Gedung Tinggi tapi Kebudayaan

Menparekraf Wishnutama Foto: Dok. Kemenparekraf

ihgma.com – Pandemi virus corona masih menjadi tantangan utama sektor pariwisata saat ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, menjelaskan selain pandemi, saat ini tantangan setiap destinasi wisata adalah mengembangkan budaya dan tradisi.

“Dalam rangka membangun quality tourism kita harus membangun aspek pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama, secara daring dalam acara Rapat Koordinasi Badan Otoritas Pariwisata di Yogyakarta, Rabu (2/12).

Dia menjelaskan selain memperkuat konektivitas, salah satu daya tarik pariwisata terletak pada pengalaman yang diberikan kepada wisatawan. Pengalaman yang tidak terlupakan diyakini membuat wisatawan ingin datang kembali seperti dilansir Kumparan Rabu (2/12).

“Dalam menciptakan pengalaman yang unik ini yang sangat penting mempertahankan budaya setempat, kearifan lokal setempat, tradisi-tradisi setempat. Hal itu adalah hal yang sangat menarik untuk wisatawan mancanegara melihatnya,” katanya.

Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyemprotkan air saat membersihkan abu vulkanik erupsi gunung Merapi di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Foto: ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO

Di sinilah tugas Badan Otoritas baik Borobudur, Labuan Bajo, dan Danau Toba untuk mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal di masing-masing destinasi.

“Sehingga quality tourism bukan hanya bicara gedung pencakar langit. Keunikan sesuatu yang berbeda itu menjadi sesuatu yang penting,” katanya.

Namun, Wishnutama juga mengingatkan atraksi dan tradisi ini bisa dioptimalkan menarik wisatawan apabila menggunakan analisa yang baik.

“Tentunya menggunakan analisa big daya agar bisa memprediksi tren dan behavior para wisatawan ke depan sangat penting. Saya amat yakin quality tourism akan membuka lapangan kerja yang sangat baik,” katanya.

Badan pelaksana otoritas menurutnya memegang peranan penting untuk berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait, asosiasi industri, hingga akademisi. Tetapi tak kalah penting juga turut menggandeng masyarakat di destinasi wisata.

Leave a Reply