Yakin Pariwisata Indonesia Siap, PHRI Canangkan‘Kita Bisa

Jakarta, ihgma.com – Sudah beberapa bulan lamanya dikarenakan dampak pandemi Covid-19, sektor pariwisata Indonesia praktis mengalami penurunan kinerja yang signifikan. Penurunan ini terjadi hampir di segala area, baik dari kedatangan wisman, tingkat hunian kamar hotel, anjloknya jumlah penumpang moda transportasi, serta sektor-sektor yang terkait dengan pariwisata.

seperti dilansir Travelmarker.id, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mensinyalir lebih dari 1.600-an hotel dan hampir 300-an restoran tutup sepanjang penerapan PSBB diberagam wilayah provinsi maupun kota di Indonesia, dan hal ini memberi dampak kerugian di sektor pariwisata hingga Rp21 triliun. Selain di sektor pariwisata, Covid-19 juga menyebabkan perlambatan ekonomi karena kekuatiran masyarakat untuk beraktifitas. Namun demikian PHRI selaku organisasi Pariwisata Indonesia yang dipandang sebagai lokomotif industri pariwisata Nasional sekaligus organisasi yang paling awal berdiri tidak tinggal diam.

Pada hari Rabu (8/7), PHRI menggelar kegiatan ‘Simulasi Protokol Kesehatan’ yang bertempat di Hotel JS Luwansa, Jakarta. ‘Simulasi Protokol Kesehatan’ ini dihadiri oleh Wishnutama selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Ahmad Riza Patria selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta, Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum PHRI serta jajaran dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19.

‘Simulasi Protokol Kesehata’n ini terlaksana berkat kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan PHRI sebagai momentum untuk kembali menghidupkan pariwisata nasional dengan mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah disusun oleh Kementerian terkait dan asosiasi industri.

Menparekraf memberikan apresiasi kepada PHRI karena telah berhasil mendorong sektor perhotelan dan restoran di Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah. Dengan kegiatan ini Menparekraf berharap dapat dilanjutkan oleh sektor usaha lain di industri pariwisata nasional agar dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat sehingga usaha pariwisata dapat berangsur pulih.

Menanggapi apresiasi dari Menparekraf tersebut, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani pun menerangkan bahwa semangat dari teman-teman hotel, banquet dan restoran untuk menerapkan protokol kesehatan ini semata agar mempercepat aktifnya kembali perekonomian di bidang hospitality industry ini.

“Kami ingin meyakinkan kepada publik serta pemerintah pusat dan daerah, untuk jangan raguragu untuk kembali beraktifitas bisnis ataupun liburan di hotel, banquet ataupun restoran, karena dengan kembali mengaktifkan kembali kegiatan seperti ini dapat kembali memulihkan ekonomi nasional yang saat ini mengalami perlambatan” terangnya.

Dengan bertajuk ‘Kami Siap’ PHRI bermaksud meyakinkan kepada masyarakat umum, korporasi, pemerintah serta stakeholder bahwa sektor hotel dan restoran telah siap kembali menerima tamu baik untuk akomodasi serta kegiatan rapat dan acara-acara di hotel dan restoran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menparekraf beserta jajaran atas dukungannya pada acara simulasi secara nasional ini, dan juga kami meminta dukungan dari Kepala Daerah berikut jajarannya di Dinas Pariwisata agar mendukung upaya industri untuk memulihkan pariwisata secara bertahap, terukur dan pasti,” ungkap Maulana Yusran selaku Sekjen PHRI.

Leave a Reply