Bali Dicanangkan Jadi Destinasi Wisata Medis Seperti Singapura dan Penang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) meninjau destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis 25 Februari 2021. Kunjungan tersebut dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno untuk mengamati penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability (CHSE) serta meninjau lokasi drive-thru vaksinasi COVID-19 yang rencananya akan dibangun di kawasan Waterbom Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

ihgma.com, Jakarta – Dunia sudah tahu bahwa Bali di Indonesia adalah salah satu destinasi wisata alam dan budaya yang memesona. Kini, pulau Dewata dicanangkan menjadi destinasi wisata medis atau medical tourism.

Hal tersebut tengah berupaya diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Universitas Udayana. Mereka pun menggelar Webinar Nasional bertajuk Medical Tourism Integrative Medicine for Post Covid Recovery Program and Recover Bali Tourism.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan selama ini banyak masyarakat Indonesia yang berpergian ke luar negeri seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok dan Penang untuk mendapatkan layanan medis. “Ini yang kami akan ubah mindset ini, bangga buatan Indonesia berarti juga bangga berwisata medis di Indonesia. Ini yang kami harapkan,” kata dia saat menjadi keynote speaker webinar tersebut, Rabu, 31 Maret 2021.

Sandiaga pun mengatakan ia akan merangkul Kementerian Kesehatan dan kementerian atau lembaga lainnya dengan memberikan insentif, memberikan peluang-peluang pembukaan lapangan kerja di wisata medis. “Wisata berbasis kesehatan atau medical tourism atau wisata medis ini sebagai effort, sebagai pilar yang kami harapkan menebar semangat di tengah-tengah pandemi dan pasca-pandemi ini akan menjadi yang disebut pandemic winner,” ujarnya seperti dilansir Tempo.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan pemerintah akan memulai pengembangan wisata medis di Bali. Ia telah mendapatkan respons dari salah satu perusahaan Jepang yang memiliki banyak saham di banyak rumah sakit internasional di Asia Tenggara. “Kita punya tanah di Bali, itu 49 hektare, itu kita ingin upgrade menjadi fasilitas tourism,” ujarnya November 2020.

Leave a Reply